Tiga Bulan Nihil Korban Tewas, Selandia Baru Kembali Catat Kematian COVID-19
Dunia

Pejabat kesehatan Selandia Baru mengatakan korban tewas tersebut adalah bagian dari kelompok infeksi gelombang kedua COVID-19 yang muncul di Auckland pada bulan lalu.

WowKeren - Selandia Baru kembali mencatat kematian akibat virus corona (COVID-19) setelah tiga bulan lebih tidak ada korban meninggal. Pada Jumat (4/9) waktu setempat, seorang pria berusia sekitar 50 tahun dilaporkan meninggal karena COVID-19.

Dilansir dari CNN, pejabat kesehatan mengatakan pria itu adalah bagian dari kelompok infeksi gelombang kedua yang muncul di Auckland bulan lalu. Pasien tersebut meninggal di Rumah Sakit Middlemore Auckland.

Dengan demikian jumlah kematian di Selandia Baru akibat virus corona menjadi 23. Negara Pasifik itu terakhir kali melaporkan kematian pada pertengahan Mei.

"Saya mengakui kecemasan yang mungkin dirasakan warga Selandia Baru tentang berita hari ini, baik di komunitas maupun keluarga dan kerabat yang berduka atas kematian ini," kata Direktur Jenderal Kesehatan Selandia Baru, Ashley Bloomfield.

Pria itu dilaporkan menjadi yang korban termuda yang meninggal akibat COVID-19 di Selandia Baru. Otoritas kesehatan tidak menjelaskan apakah korban memiliki penyakit penyerta.


Di sisi lain, sebuah keluarga di Auckland menjadi klaster baru pada Agustus lalu. Awalnya empat orang positif kemudian berkembang menjadi 152, termasuk tiga kasus baru yang tercatat pada hari Jumat ini. Hal itu membuktikan penularan virus corona sulit dihentikan meskipun penguncian wilayah telah dilakukan.

"Kami selalu menyadari bahwa kematian terkait dengan COVID-19 mungkin terjadi," kata Bloomfield. "Berita hari ini memperkuat pentingnya kewaspadaan kita bersama terhadap COVID-19, konsekuensi yang sangat serius yang dibawa oleh virus itu."

Terlepas dari hal tersebut, Selandia Baru membuka kembali sekolah di Auckland pada Senin (31/8) menyusul dicabutnya status lockdown di kota terbesar di negara itu. Langkah itu diambil seiring dengan keyakinan Perdana Menteri Jacinda Ardern yang menyatakan bahwa wabah virus corona gelombang kedua telah terkendali.

Meski warga Auckland telah diizinkan keluar rumah, namun pemerintah setempat membatasi pertemuan sosial hanya untuk sepuluh orang dan mewajibkan penggunaan masker di transportasi umum secara nasional.

Lockdown di Auckland dimulai pada 12 Agustus setelah empat kasus terdeteksi di kota berpenduduk 1,5 juta jiwa itu. Temuan tersebut mengakhiri masa 102 hari Selandia Baru bebas dari virus.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait