Iran sedang bersiap-siap untuk menghadapi gelombang ketiga pandemi virus corona (COVID-19), otoritas setempat menyatakan kekhawatirannya karena masalah ini.
- Ruth Meliana
- Sabtu, 05 September 2020 - 14:24 WIB
WowKeren - Sejumlah negara yang berhasil menangani pandemi virus corona masih dihantui dengan gelombang “susulan” COVID-19. Salah satunya adalah Iran yang saat ini sedang bersiap-siap menghadapi gelombang ketiga pandemi virus corona.
Peringatan gelombang ketiga COVID-19 ini disampaikan oleh para pejabat Iran. Ancaman gelombang ketiga mulai membayangi Iran setelah adanya peningkatan jumlah orang yang berdatangan ke ibu kota Iran, Teheran.
Dilansir dari Al-Monitor, Kepala Markas Besar Operasi Pemberantasan Virus Corona Teheran, Alireza Zali menjelaskan fenomena tersebut. Berdasarkan data yang dikumpulkannya, ia menyebut sekitar satu juta orang datang dan pergi ke Teheran untuk bekerja setiap harinya.
Mobilitas yang tinggi tersebut tentunya memunculkan kekhawatiran penularan virus corona akan semakin meluas dan tak terkendali. Zali juga membeberkan setidaknya ada 400 ribu mobil yang memasuki Teheran dari Provinsi Alborz. Selain itu, ada satu juta orang yang menggunakan metro dan bus di kota tersebut setiap hari.
Permasalahan Iran tidak sampai disitu. Zali juga menyatakan cukup panik jika gelombang ketiga COVID-19 ini benar-benar melanda Iran. Pasalnya, Iran mulai kekurangan kapasitas tempat tidur di rumah sakit untuk merawat pasien virus corona.
Dokter dari Universitas dan Sekolah Ilmu Kedokteran Shahid Beheshti, Safari Saeed telah memberikan peringatan tentang kapasitas tempat tidur di Unit Perawatan Intensif (ICU). Kapasitas tempat di ruang ICU sudah tidak memadai lagi di musim gugur hingga dingin.
”Masalah terpenting adalah kami tidak memiliki tempat tidur ICU,” jelas Saeed seperti dilansir dari Al-Monitor, Sabtu (5/9). “Kami harus mulai memikirkan sekarang tentang musim gugur dan musim dingin.”
Hingga Jumat (5/9), Iran telah mencatatkan 382 .772 kasus virus corona. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22.044 orang dilaporkan meninggal dunia dan 330.308 pasien dinyatakan sembuh dari virus corona.
Iran sendiri menjadi salah satu negara paling awal yang terkena hantaman wabah virus corona pada Februari lalu. Penularan COVID-19 di Iran sendiri diduga akibat hubungan dekan antara negara tersebut dengan perjalanan ke Tiongkok.
(wk/lian)