Kabar Baik! Kerusakan Paru-paru dan Jantung Akibat COVID-19 Bisa Sembuh
Pixabay/Ilustrasi
Health
Pandemi Virus Corona

Sebuah penelitian di Australia membawa kabar baik yang menunjukkan kerusakan paru dan jantung akibat infeksi virus corona COVID-19 bisa membaik seiring waktu.

WowKeren - Virus corona (COVID-19) masih ditakuti oleh sebagian orang. Pasalnya, virus yang mulanya menyerang saluran pernapasan ini rupanya memberi dampak destruktif pada organ vital manusia.

Adapun organ vital yang kerap terdampak adalah paru-paru dan jantung. Namun baru-baru ini muncul kabar baik yang menyebutkan sebuah penelitian menunjukkan kerusakan paru dan jantung akibat infeksi virus Corona COVID-19 bisa membaik seiring waktu.

Peneliti di Austria mengamati sekitar 86 pasien Corona yang dirawat di rumah sakit pada 24 April hingga 9 Juni. Mereka dijadwalkan kontrol rutin pada 6, 12, hingga 24 minggu setelah dipulangkan dari rumah sakit.

Pemeriksaan klinis, uji laboratorium, analisis jumlah oksigen dan karbondioksida dalam darah arteri, dan uji fungsi paru dilakukan selama kunjungan tersebut. Pada saat kunjungan pertama mereka, lebih dari separuh pasien memiliki setidaknya satu gejala yang menetap, terutama sesak napas dan batuk, dan CT scan masih menunjukkan kerusakan paru-paru pada 88 persen pasien.


Sebanyak 56 pasien atau sekitar 65 persen menunjukkan gejala persisten pada saat kunjungan di minggu ke enam. Pada kunjungan tersebut diamati sekitar 47 pasien masih mengeluh sesak napas dan 15 persen lainnya masih mengalami gejala batuk.

Tetapi pada saat kunjungan mereka berikutnya, 12 minggu setelah keluar dari rumah sakit, gejalanya membaik, dan kerusakan paru-paru berkurang hingga 56 persen. Pada kunjungan ini, sesak napas pada 31 persen mulai membaik meski 13 persen pasien masih mengalami batuk.

"Kabar buruknya adalah mereka yang terinfeksi COVID-19 mengalami gangguan paru-paru meski telah sembuh," ujar peneliti Dr Sabina Sahanic dari University Clinic di Innsbruck dilansir The Independent. "Kabar baiknya, gangguan ini cenderung membaik dari waktu ke waktu yang menunjukkan paru-paru memiliki mekanisme memperbaiki dirinya sendiri."

Sementara itu, terkait masalah jantung para peneliti menemukan pada kunjungan di minggu ke enam, ekokardiogram menunjukkan 58,5 persen mengalami disfungsi ventrikel kiri jantung. Kondisi ini adalah indikator biologis kerusakan jantung, pembekuan darah, dan peradangan.

"Untungnya, kami tidak menemukan disfungsi jantung terkait virus Corona yang parah pada fase pasca-akut," terangnya. "Disfungsi diastolik yang kami amati juga cenderung membaik seiring waktu."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts