Bikin Nyesek, Begini Penyiksaan yang Dialami Musang Demi Industri Kopi Luwak
People for the Ethical Treatment of Animals (PETA)
Nasional

Hewan malang ini dikurung bersama dengan kotoran mereka sendiri, yang mana hal ini turut andil dalam menurunkan sistem kekebalan tubuh yang berimbas pada meningkatnya potensi zoonosis.

WowKeren - Berbagai inovasi dikembangkan untuk menghasilkan kopi dengan cita rasa yang khas. Salah satunya kopi luwak.

Seperti namanya, pengolahan biji kopi ini melibatkan makhluk hidup, musang jenis luwak, untuk membuatnya. Namun, siapa sangka jika demi mendapatkan kopi luwak ini, para pengusaha dalam bidang tersebut seakan mengesampingkan hak-hak hidup hewan demi mendapat keuntungan.

People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) melaporkan jika pasar hewan masih terus hidup dan beroperasi secara normal di Indonesia meskipun saat pandemi COVID-19 seperti sekarang ini. Organisasi ini telah mengungkap kekejaman yang meluas pada pasar hewan hidup dan peternakan musang yang memproduksi kopi luwak.

Seperti diketahui, kopi luwak dihasilkan dari biji kopi yang telah dimakan dan dibuang lewat kotoran oleh musang luwak. Para hewan malang ini dikurung bersama dengan kotoran mereka sendiri, yang mana hal ini turut andil dalam menurunkan sistem kekebalan tubuh. Sistem imun yang lemah merupakan pintu masuk bagi berkembangnya penyakit zoonosis.


"Namun kondisi yang sangat kotor di mana hewan-hewan dipelihara juga membawa bahaya bagi kesehatan manusia," tulis PETA dalam laporannya seperti dilansir CNBC Indonesia, Rabu (9/9). Sementara itu, musang luwak yang sudah tidak berguna untuk industri kopi maka akan dijual ke pasar hewan ataupun dibuang ke hutan.

"Investigasi ini mengungkapkan bahwa musang luwak dengan luka-luka yang menyakitkan dikurung di kandang-kandang yang sangat kotor dekat dengan binatang lain di pasar seperti itu di Indonesia," tulis laporan PETA. "Memudahkan penyebaran penyakit."

PETA mendesak Presiden Joko Widodo untuk menutup peternakan kopi luwak. Luwak ini dikurung sangat berdekatan dengan hewan lain sehingga sangat memungkinkan untuk pandemi berkembang biak.

"Ini adalah industri yang paling tidak pantas untuk beroperasi," kata SVP PETA Jason Baker. "Saat dunia sedang memerangi penyakit mematikan yang ditularkan melalui hewan."

Masih dilansir CNBC Indonesia, musang luwak biasa ditangkap saat berusia sekitar 6 bulan; dikurung di dalam kandang kotor yang berlapiskan tinja, kotoran dan buah kopi yang membusuk. Yang lebih miris lagi, hewan-hewan malang ini hampir tidak diberi makan selain kopi.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts