Penyebaran virus corona di Myanmar semakin meluas hingga menyebabkan lonjakan kasus. Akibatnya, pemerintah langsung berani menutup seluruh penerbangan domestik.
- Ruth Meliana
- Jumat, 11 September 2020 - 19:34 WIB
WowKeren - Kasus virus corona di Myanmar dilaporkan semakin melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir. Dampaknya, Pemerintah Myanmar langsung berani bertindak tegas dengan menghentikan seluruh penerbangan domestik untuk sementara waktu.
Tak sampai disitu, otoritas setempat juga telah melarang perjalanan keluar dari Yangon yang merupakan kota terbesar di Myanmar. Kebijakan tersebut diberlakukan demi menekan laju penyebaran COVID-19.
Dilansir dari Associated Press, kedua kebijakan itu akan mulai berlaku pada Jumat (11/9) waktu setempat. Rencananya, kebijakan tersebut akan terus diterapkan hingga 1 Oktober mendatang sambil melihat kondisi penyebaran virus corona di Myanmar.
Lonjakan kasus COVID-19 di Myanmar telah dimulai pada Agustus lalu. Kala itu, penyebaran virus corona dimulai dari wilayah Rakhine bagian barat hingga menyebar luas ke berbagai wilayah lain.
Situasi tersebut membuat Myanmar mulai menghadapi krisis akibat pandemi. Padahal, sebelumnya Myanmar tampak bisa menghindari pandemi yang sudah menyebar luas ke berbagai belahan dunia.
”Beberapa orang mungkin berpikir bahwa aturan dan regulasi ini terlalu membatasi,” ujar pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi dalam pernyataannya seperti dilansir dari Associated Press pada Jumat (11/9). “Namun, jika kita semua mematuhi pembatasan ini dengan ketat selama dua atau tiga pekan, kita bisa sampai pada situasi saat penyakit ini akan bisa dikendalikan.”
Otoritas kesehatan Myanmar sendiri telah memerintahkan lockdown di 29 wilayah dari total 44 wilayah yang berada di Yangon. Pembatasan jalan juga sudah dipasang di sebagian kota Yangon mulai Jumat (11/9).
Otoritas setempat juga mulai menutup beberapa ruas jalan kecil, sedangkan jalan besar masih tetap dibuka. Yangon sendiri merupakan salah satu pusat transportasi dan titik transit di Myanmar sehingga memang sangat rentan menjadi penyebaran COVID-19.
Kementerian Kesehatan Myanmar, pada Jumat (11/9) waktu setempat, melaporkan 115 kasus baru corona. Dengan tambahan itu, total 2.265 kasus corona kini terkonfirmasi di wilayah Myanmar, dengan 14 kematian.
(wk/lian)