Amerika Serikat memperingati 19 tahun tragedi mengerikan World Trade Center yang terjadi pada 11 September 2001. Tahun ini, AS mengenang 9/11 di tengah pandemi COVID-19.
- Ruth Meliana
- Jumat, 11 September 2020 - 20:48 WIB
WowKeren - Tragedi World Trade Center (WTC) atau yang lebih dikenal dengan nama 9/11 telah menjadi salah satu momen terkelam dalam sejarah Amerika Serikat (AS) bahkan dunia. Tragedi yang terjadi 19 tahun lalu, tepatnya pada 11 September 2001 telah menjadi salah satu serangan teror terburuk dalam sejarah AS.
Saat itu, 19 orang teroris membajak empat pesawat komersial AS dan menabrakkannya keempat lokasi. Dua pesawat masing-masing menabrak dua menara kembar WTC, gedung selatan dan utara. Lalu satu pesawat menabrak Gedung Pentagon dan pesawat lainnya jatuh di Pennsylvania setelah gagal dalam menyasar target.
Dilansir dari Newsweek, serangan teror dalam waktu sehari ini telah menewaskan hampir 3 ribu warga Amerika. Sosok Osama bin Laden yang merupakan pemimpin Al-Qaeda diungkapkan Pemerintah AS menjadi dalang penyerangan berdarah tersebut.
Peristiwa mengerikan itu terjadi saat para pelaku membajak empat pesawat komersial maskapai AS, American Airlines dan United Airlines. Keempat pesawat tersebut berencana terbang menuju wilayah pantai barat Negeri Paman Sam pada Selasa pagi.
Pesawat American Airlines Flight 11 pertama menabrak menara WTC utara sekitar pukul 08.46 waktu setempat. Kemudian pesawat United Airlines Flight 175 menabrak gedung selatan WTC, hanya berseling 17 menit setelah serangan pertama. Gedung kembar WTC yang terletak di kawasan Manhanttan ini langsung terbakar dan roboh menjadi debu hanya dalam kurun waktu 2 jam.
Sebanyak 2.753 orang tewas dalam serangan WTC. para korban tewas berusia mulai dari dua tahun sampai 85 tahun. Sebanyak 75-80 persen korban tewas merupakan pria. Korban tewas berasal dari pekerja di dalam gedung hingga tim penyelamat yang berusaha masuk untuk melakukan evakuasi.
Peristiwa serangan ini begitu mengejutkan dunia lantaran terekam secara live di televisi. Dalam tayangan tersebut, terlihat bagaimana detik-detik pesawat kedua menabrak menara WTC sehingga seluruh mata dunia seolah berhenti menyaksikan peristiwa mengerikan tersebut.
Tidak sampai disitu, serangan ketiga terjadi setelah pesawat American Airlines bernomor 77 menabrakkan diri ke gedung Kementerian Pertahanan AS di Washington DC. Dalam insiden serangan ke Pentagon ini, sebanyak 184 orang tewas.
Insiden terakhir berasal dari pesawat United Airlines dengan nomor penerbangan 93 menabrak sebuah ladang di Shankville, Pennsylvania. Para penumpang di pesawat tersebut diketahui telah mendengar mengenai serangan WTC sehingga mereka berusaha melawan para pembajak pesawat.
Akibat panik, para pembajak langsung menabrakkan pesawat ke ladang di Pennsylvania. Akibatnya, 40 penumpang termasuk awak pesawat langsung meninggal dunia. Pihak berwenang AS sendiri meyakini jika para teroris kemungkinan menargetkan Gedung Putih atau objek vital pemerintahan AS lainnya dalam serangan ini.
Peringatan 19 tahun serangan WTC kali ini terasa berbeda akibat pandemi virus corona. Artinya, tidak akan ada peringatan yang melibatkan pertemuan orang banyak dan mereka harus memperingatinya secara virtual.
Dilansir dari Las Vegas Review-Journal, Nevada contohnya akan memperingati peristiwa ini dengan hanya dihadiri oleh personel polisi Clark County dan pemadam kebakaran setempat. Rencananya, mereka akan mengadakan upacara pengibaran bendera di Allegiant Stadium, Nevada, pada Jumat (11/9) pagi waktu setempat.
Selanjutnya, mereka juga akan membunyikan lonceng di depan Stasiun Pemadam Kebakaran Las Vegas 5 di 1020 Hinston St. pada 6.50 pagi waktu setempat. Adapun waktu tersebut disesuaikan dengan perkiraan runtuhnya Menara Selatan WTC.
Setelah lonceng dibunyikan, seorang pensiunan pemadam kebakaran New York yang juga merupakan penyintas aksi teror tersebut, Frank Pizarro akan menyanyikan lagu kebangsaan AS. Bendera AS khusus yang pernah dikibarkan di atas WTC juga akan dikibarkan setengah tiang di depan Stasiun 5 setelah lonceng dibunyikan.
(wk/lian)