Pemprov DKI Catat 27 Klaster Corona di   Kementerian, Kasus Terbanyak di Kemenkes
Instagram
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Dalam puluhan klaster Kantor Kementerian tersebut, ditemukan total 629 kasus positif virus corona (COVID-19). Kantor Kementerian Kesehatan mencatatkan total adanya 139 kasus COVID-19.

WowKeren - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat ada 27 klaster penularan virus corona (COVID-19) di Kantor Kementerian. Dalam puluhan klaster Kantor Kementerian tersebut, ditemukan total 629 kasus positif COVID-19.

Ironisnya, jumlah kasus positif COVID-19 tertinggi ditemukan di kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan total 139 kasus. Di Badan Litbangkes Kemenkes juga ditemukan 49 kasus COVID-19. Adapun angka tersebut didasarkan pada data per 7 September 2020.

Melansir Tirto, jumlah kasus COVID-19 yang ditemukan di Kemenkes tersebut menjadi yang tertinggi di antara seluruh klaster yang dihimpun Dinkes DKI Jakarta. Baik klaster perusahaan swasta, badan atau lembaga, hingga asrama dan sekolah, jumlah kasusnya jauh di bawah Kemenkes.

Pihak Kemenkes sendiri masih belum memberikan keterangan terkait hal ini. Sedangkan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, menyebutkan bahwa sebenarnya klaster terbesar bukan di Kantor Kementerian.

"Saya belum bisa mengonfirmasi kebenaran datanya," terang Wiku dilansir Tirto pada Kamis (17/9). "Maksud saya mau bilang, jangan salah fokus dengan adanya (data) kayak gitu. Semua bisa kena dan kalau kena berarti penularannya masih tinggi berarti protokol kesehatan enggak dijalankan di situ, di mana pun itu."


Sementara itu, di bawah Kemenkes ada Kementerian Perhubungan yang mencatat 90 kasus positif COVID-19. Kemudian ada Kementerian Keuangan dengan 42 kasus, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dengan 35 kasus, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan 33 kasus, Kementerian Pertahanan dengan 33 kasus, hingga Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan 28 kasus.

Di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ditemukan enam kasus COVID-19. Salah satunya adalah Menteri KKP sendiri, Edhy Prabaowo. Kekinian, kondisi Edhy disebut telah membaik dan sudah bisa kembali memimpin rapat di KKP secara virtual.

"Bahwa Pak Edhy Prabowo yang terkena COVID-19, keadaannya sudah jauh membaik," terang juru bicara khusus (Jubirsus) DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. "Dan sudah mengadakan kegiatan di internal untuk memimpin rapat-rapat melalui virtual, dan sudah swab yang hasilnya bagus."

Menurut Dasco, Edhy sudah dinyatakan negatif COVID-19 berdasarkan hasil tes swab terakhirnya. Dasco juga membenarkan bahwa Edhy sebelumnya sempat dirawat di ICU RSPAD Gatot Soebroto selama dua hari.

"Memang waktu dipindah ke RSPAD itu dimasukkan ke ICU untuk penanganan yang lebih intensif, walaupun yang bersangkutan dalam keadaan sadar," ungkap Dasco. "Dan itu cuma dua hari kok, kalau tidak salah. Lalu kemudian dipindahkan (ke ruang perawatan biasa)."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts