Balai Kota Ditutup, Wagub DKI Pastikan Bukan Karena Meninggalnya Sekda Saefullah
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan penutupan Balai Kota tak ada hubungannya dengan kematian Sekretaris Daerah (Sekda) Saefullah yang disebabkan virus corona.

WowKeren - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah meninggal dunia usai dinyatakan positif terinfeksi virus corona (COVID-19). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama beberapa pejabat lainnya memberikan penghormatan terakhir bagi Saefullah di halaman Balai Kota DKI.

Sementara itu, Gedung Balai Kota DKI Jakarta Blok G telah ditutup sementara waktu. Hal ini memunculkan prasangka yang menyebutkan jika penutupan Balai Kota dikarenakan meninggalnya Sekda DKI Jakarta.

Menanggapi isu tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut penutupan Balai Kota tak ada hubungannya dengan kematian Saefullah. "Penutupan Blok G (Balai Kota) itu bukan karena pak Sekda," ujarnya, Jumat (18/9).

Menurut Riza, tempat kerjanya itu ditutup karena ada dua pegawai yang terpapar COVID-19 belum lama ini. Karena itu harus dilakukan penutupan untuk sterilisasi dan pelacakan penularan.


Sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 88, jika ada gedung yang dikonfirmasi memiliki kasus corona, maka harus dilakukan penutupan sementara selama tiga hari. "Karena ada dua pegawai yang terpapar. Jadi pak Gubernur memutuskan tiga hari ditutup," jelasnya.

Selama penutupan, gedung Balai Kota blok G akan disterilisasi dengan penyemprotan disinfektan. Lalu tim kesehatan akan melakukan penelusuran guna mencegah penularan meluas. "Kemudian dilakukan pembersihan dan tes swab. Tes swab itu rutin dan kontak tracing," pungkasnya.

Sebelumnya telah diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk menutup sementara gedung Balai Kota DKI Jakarta Blok G. Hal ini dikarenakan ada 14 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terpapar virus corona.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir mengatakan 11 orang PNS di antaranya yang positif corona merupakan stafnya di BKD. Hasil swab diketahui sejak Senin (14/9) lalu. "Dari saya itu staf saya itu hasil terpaparnya ada. 11 staf yang di pelayanan semua. Di BKD," katanya, Kamis (17/9).

Oleh karena itu, BKD memutuskan untuk menutup lantai 21 blok G sejak Senin. Seluruh pegawai diminta untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH). "Di antaranya di BKD sendiri kita sudah tutup lantai 21 sudah kita tutup. Pelayanannya WFH," jelasnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts