Tak Melulu Buruk, Peneliti Ini Buktikan COVID-19 Bisa Jadi Kunci Sembuhkan Kanker
Health
Pandemi Virus Corona

Peneliti dari Dalhousie University Kanada menguji potensi sifat agresif sel T, sebagai komponen kekebalan tubuh, terhadap virus Corona untuk dimanfaatkan dalam melawan kanker.

WowKeren - Hampir setahun "terkurung" akibat pandemi COVID-19 jelas menyebabkan banyak orang mulai gerah. Semua pihak berlomba-lomba menciptakan inovasi, sekaligus berharap agar virus Corona tak lagi menghantui muka bumi.

Namun rupanya keberadaan virus Corona tak melulu bermakna buruk. Pasalnya peneliti dari Dalhousie University Kanada, Shashi Gujar, malah memanfaatkan wabah COVID-19 untuk dikembangkan menjadi metode pengobatan kanker.

Lebih detail dijelaskan, Gujar rupanya mempelajari kemungkinan respons imun atau kekebalan tubuh terhadap SARS-CoV-2 untuk melawan kanker. Pasalnya tubuh diketahui bisa bereaksi terhadap keberadaan virus tersebut, namun cenderung abai pada kanker yang tak kalah ganas dan merusak.

Gujar dari Departemen Patologi, dibantu para koleganya di Amerika Serikat, Denmark, Prancis, Jerman, dan India fokus pada sel T yang mampu mengidentifikasi virus. "Kami menemukan cara mengelabui sel T spesifik virus Corona untuk berpikir bahwa kanker Anda terinfeksi oleh virus," ujar Gujar, dilansir Fox News pada Kamis (17/9).


Sel T berperan mencari "musuhnya" secara spesifik, misal sel T spesifik Corona hanya akan mencari dan menghancurkan sel yang sudah terinfeksi virus tersebut. Prinsip inilah yang coba dimanfaatkan peneliti agar sel T mencari sel kanker yang sudah dimodifikasi sedemikan rupa.

Caranya adalah dengan membuat sel kanker mengekspresikan penanda (marker atau sinyal) yang sama dengan sel yang terinfeksi virus Corona. Dengan demikian, bila berhasil, sel T akan menghancurkan sel kanker tersebut selayaknya melawan virus Corona.

"Begitu kami tahu itu berhasil, imunoterapi ini sebenarnya akan menjadi proses yang langsung," ungkap Gujar dan jajaran tim peneliti. "Dan mungkin sesuatu yang kami akan dapat mulai gunakan pada pasien lebih cepat."

Bila berhasil, bukan tak mungkin metode serupa akan dikembangkan di kemudian hari untuk berbagai jenis kanker. "Sel-sel spesifik virus Corona berpotensi ditemukan pada jutaan orang di seluruh dunia karena infeksi atau vaksin, membuat jenis imunoterapi kanker ini berguna untuk populasi di seluruh dunia," terangnya.

Penelitian berikutnya, Gujar dkk akan menguji tanda khusus pada virus Corona yang dihimpun dari berbagai populasi berbeda. Mereka kemudian berencana membuat formula mewakili campuran dari penanda yang ada untuk bisa mengobati kanker di klinik di seluruh dunia.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts