Melempem di Bioskop, 'Tenet' Justru Buka Peluang Sekuel
Warner Bros Pictures
Film

Sejauh ini, 'Tenet' dilaporkan sudah meraup USD 250 juta atau di bioskop dunia. Pendapatan itu cukup mengecewakan lantaran 'Tenet' menghabiskan bujet produksi sebesar USD 200 juta.

WowKeren - Performa dilm terbaru Warner Bros garapan sutradara kondang Christopher Nolan, "Tenet", memang tak begitu memuaskan di bioskop. Hal ini disebabkan adanya pandemi virus corona (COVID-19) yang membuat banyak penonton enggan menonton langsung di bioskop.

Kendati "melempem" di bioskop, namun tak mustahil apabila sekuel "Tenet" justru berpeluang naik layar. Setidaknya hal inilah yang diungkapkan oleh sang aktor utama, John David Washington.

Washington membuka kemungkinan ini merespons sejumlah teori karena salah satu adegan di akhir film. Saat itu, tokoh Neil (Robert Pattinson) berkata kepada karakter yang diperankan Washington bahwa mereka bertemu di masa depan.

"Dalam pikiran saya, ya (ada peluang penggarapan sekuel). Dalam kenyataan, saya tidak tahu. Christopher Nolan melakukan apa yang ia inginkan," kata Washington dalam wawancaranya dengan Esquire.

Sang aktor juga berpikir bahwa Nolan mungkin menyimpan suatu cerita yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun dan ingin melanjutkannya. Aktor berusia 36 tahun ini juga berharap bisa kembali dalam sekuel "Tenet" bila nanti diproduksi. Ia ingin melakukan eksplorasi lebih dalam karena merasa menemukan sesuatu yang unik dalam film "Tenet".


"Kita akan melakukannya lagi. Sampai jumpa dalam beberapa tahun," kata Washington menambahkan, seakan optimis bahwa sekuel "Tenet" pasti digarap.

"Tenet" sendiri bercerita tentang mata-mata berfokus pada karakter yang diperankan Washington. Dalam film, ia seperti tidak memiliki nama asli karena hanya disebut sebagai The Protagonist. The Protagonist ditugaskan untuk menjalankan misi demi mencegah Perang Dunia III bersama Neil.

Sejauh ini, "Tenet" dilaporkan sudah meraup USD 250 juta atau setara Rp3,6 triliun dari penjualan tiket di bioskop dunia. Pendapatan itu cukup mengecewakan lantaran "Tenet" menghabiskan bujet produksi sebesar USD 200 juta.

Warner Bros sendiri sebenarnya menargetkan penjualan USD 400 juta untuk menyentuh titik impas alias break even, dan menembus USD 450 juta guna mencapai posisi pendapatan "aman".

Pendapatan "Tenet" sendiri menjadi perhatian karena merupakan film Hollywood pertama yang diputar di bioskop di tengah wabah virus corona. Pencapaian "Tenet" pun menjadi tolok ukur bagi rumah produksi lain untuk merilis film saat pandemi.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts