Tak Hanya Kalimantan, Jokowi Mau Perluas Food Estate Sampai ke NTT dan Papua
Nasional

Untuk saat ini, pemerintah akan fokus pada pembangunan di Kalimantan Tengah, yakni Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, serta Sumatera Utara di Kabupaten Humbang Hasundutan

WowKeren - Presiden Joko Widodo alias Jokowi berencana untuk memperluas wilayah lumbung pangan atau food estate. Nantinya, lumbung pangan yang saat ini digarap di Kalimantan akan diperluas hingga ke Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua.

Namun untuk sekarang, pemerintah akan fokus pada pembangunan yang ada di Kalimantan Tengah, yakni Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, serta Sumatera Utara di Kabupaten Humbang Hasundutan. Rencana perluasan itu akan dibicarakan kembali ketika lumbung pangan di kedua lokasi itu sudah beroperasi.

"Ini yang ingin kita prioritaskan dulu, meskipun ada rencana akan kita lanjutkan untuk provinsi lain, yaitu Papua maupun NTT dan di Sumsel," kata Jokowi dalam ratas virtual, Rabu (23/9). "Akan kita diskusikan setelah yang dua ini betul-betul sudah bisa berjalan."

Jokowi mengakui jika pembangunan lahan food estate ini masih menyimpan masalah tersendiri. Misalnya terkait kepemilikan lahan. Ia pun akan meminta Menteri Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia Sofyan Abdul Djalil untuk membereskan masalah tersebut.


"Ini menimbulkan sedikit masalah," ujar Jokowi. "Tetapi saya yakin, dan saya minta menteri ATR/BPN bisa segera menuntaskan ini karena ini menyangkut sebuah area yang sangat luas."

Menurut Jokowi, Indonesia perlu memiliki lahan pangan sendiri untuk mengantisipasi potensi krisis, terutama di tengah pandemi seperti sekarang ini. "Juga untuk mengantisipasi perubahan iklim serta juga tidak kalah pentingnya dalam mengurangi ketergantungan kita pada impor pangan. Ini penting," tegas Kepala Negara.

Pembangunan lumbung pangan sejatinya akan dimulai pada Oktober mendatang. Untuk pengerjaan proyek ini, pemerintah berjanji akan melibatkan tenaga kerja lokal. Untuk SDM nya akan direkrut masyarakat yang berada di rentang usia 28 hingga 35 tahun.

"Kalau untuk SDM kita akan ada program komponen cadangan. Itu kita rekrut secara sukarela dari masyarakat yang ingin terlibat," kata Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono beberapa waktu lalu. "Tapi kita utamakan dari lokal."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts