AS Catat 200 Ribu Kematian Akibat Corona, Trump: Memalukan!
Reuters/Lucas Jackson
Dunia
Pandemi Virus Corona

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump angkat berbicara setelah pandemi virus corona menewaskan lebih dari 200.000 ribu warga negaranya di tahun ini. Berikut data sebaran COVID-19 di AS.

WowKeren - Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara penyumbang kasus virus corona tertinggi di dunia. Penyebaran COVID-19 di Negeri Paman Sam ini sendiri masih sangat meluas, dimana angka kematian yang tercatat juga sangat tinggi.

Berdasarkan data dari Johns Hopkins University (JHU), virus corona telah menginfeksi 6,8 orang di Amerika hingga Rabu (23/9). Dari jumlah tersebut, sebanyak 200.724 orang dilaporkan meninggal dunia akibat terinfeksi COVID-19.

Situsi tersebut mendapatkan tanggapan dari Presiden AS Donald Trump. Dalam pernyataannya, Trump menyebut meninggalnya lebih 200 ribu warga AS karena terpapar virus corona sebagai hal yang sangat memalukan. “Ya, menurut saya itu memalukan," ujar Trump seperti dilansir dari Washington Post, Rabu (23/9).

Trump sendiri sempat ditanya mengenai total kematian akibat COVID-19 di AS yang sudah melewati ambang batas. Namun, ia justru lebih nyaman mengalihkan percakapan dengan menyalahkan Tiongkok.


Menurutnya, angka kematian di AS bisa jauh lebih tinggi jika dirinya lamban dalam mengambil tindakan seperti Tiongkok. Bahkan, ia mengklaim angka kematian di Amerika dapat menyentuh 2,5 juta orang akibat pandemi ini.

”Saya pikir jika kita tidak melakukannya dengan tepat dan dengan benar, Anda bisa mendapati 2,5 juta kematian,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Selasa (22/9) waktu setempat. “Jika Anda melihat alternatifnya, Anda bisa mendapati 2,5 juta kematian atau sekitar itu. Anda bisa mendapati angka yang jauh lebih banyak.”

”Dan Anda melihat pidato (Sidang Umum) PBB saya, Tiongkok seharusnya menghentikannya di perbatasan mereka,” sambungnya. “Mereka seharusnya tidak pernah membiarkan ini menyebar ke seluruh dunia dan itu hal mengerikan. Tiongkok membiarkan ini terjadi dan ingat itu.”

Trump mengaku jika dirinya sangat marah dengan Tiongkok akibat kegagalan penanganan virus corona sehingga berdampak pada dunia. Ia bahkan mengancam akan menutup segala akses dari Tiongkok jika AS sampai mencatat 3 juta kematian akibat COVID-19.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts