Rusia Bersikeras Klaim Alexei Navalny Diracun di Jerman
Dunia

Rusia mengaku sudah mengirimkan pertanyaan ke Jerman, Prancis dan Swedia serta OPCW tentang penyelidikan peracunan Navalny, namun hingga kini tak mendapatkan tanggapan.

WowKeren - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, bersikeras mengatakan bahwa tokoh oposisi Alexei Navalny diracun di Jerman. Lavrov juga mengatakan bahwa pihak Rusia telah meminta Jerman memberi akses kepada Alexei Navalny, tetapi sejauh ini tidak mendapat tanggapan apapun.

Dia juga menyatakan bahwa Rusia sudah mengirimkan pertanyaan ke Jerman, Prancis dan Swedia serta Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) tentang penyelidikan peracunan Alexei Navalny, namun hingga kini tak mendapatkan tanggapan apapun.

"Selain itu, kami mendengar komentar publik, termasuk yang datang dari pejabat Jerman, yang mengatakan hal-hal yang agak tidak masuk akal - misalnya, bahwa semua yang terjadi dengan Navalny terjadi di wilayah Rusia," imbuh Lavrov, menunjukkan bahwa ia yakin apabila Navalny sebenarnya diracun di Rusia.


Navalny, tokoh yang dikenal selalu mengkritik kepresidenan Rusia, diduga diracun menggunakan Novichok. Racun saraf Novichok sendiri terdeteksi pada botol air kosong dari kamar hotel Navalny di kota Tomsk Siberia, pada Kamis (17/9). Tim Navalny menyatakan, penemuan Novichok itu menunjukkan dia diracun di sana dan bukan di bandara seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Sebelumnya, Navalny jatuh sakit parah dalam penerbangan domestik di Rusia bulan lalu kemudian diterbangkan ke Berlin untuk mendapatkan perawatan. Jerman mengatakan Navalny diracuni oleh racun saraf Novichok, sedangkan Rusia mengatakan belum melihat bukti bahwa kritikus Kremlin tersebut diracun.

Laporan tim Navalny ini dibagikan setelah Kepala Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia menolak klaim Jerman yang menyebut bahwa Pemimpin Oposisi Alexei Navalny diracun. Menurutnya, Navalny tidak menunjukkan tanda-tanda keracunan sebelum dia diterbangkan ke Berlin untuk menerima perawatan.

"Merupakan fakta bahwa saat Alexei Navalny meninggalkan wilayah Rusia, tidak ada racun dalam tubuhnya. Karena itu, kami memiliki banyak pertanyaan kepada pihak Jerman," kata Direktur Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia, Sergei Naryshkin. "Dokter dari rumah sakit Omsk menyelamatkan nyawa Navalny dan melakukan serangkaian tes dan pemeriksaan paling mendalam."

Novichok adalah racun saraf yang pernah digunakan untuk meracuni agen ganda Rusia Sergei Skripal dan putrinya dalam serangan di Inggris pada 2018 lalu. Novichok juga merupakan racun yang digunakan oleh badan intelijen rahasia era Uni Soviet.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts