Kasus Harian COVID-19 di India Jadi yang Tertinggi di Dunia
PTI Photo
Dunia
Pandemi Virus Corona

Kementerian Kesehatan India mengatakn total kasus di negara itu sudah melampaui 5,8 juta dengan 92.290 kematian. India kini memiliki jumlah kasus COVID-19 tertinggi kedua di dunia setelah AS.

WowKeren - India mencatat 86.052 kasus baru COVID-19 pada Jumat (25/9), yang merupakan penambahan kasus harian terbanyak di dunia. Dalam 24 jam terakhir, negara yang dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi tersebut juga melaporkan 1.141 kematian akibat COVID-19.

Menurut Kementerian Kesehatan India, total kasus di negara itu sudah melampaui 5,8 juta dengan 92.290 kematian. India kini memiliki jumlah kasus COVID-19 tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Disebutkan bahwa negara bagian Kerala telah mengumumkan hampir 11 ribu kasus COVID-19 dalam dua hari terakhir. "Situasi di negara bagian ini sangat memprihatinkan," kata Ketua Menteri Pinarayi Vijayan dalam konferensi pers.

"Distrik Thiruvananthapuram adalah yang paling parah terkena dampak. Sekitar 38 persen dari total kematian dan 18 persen dari total kasus aktif dilaporkan di Thiruvanathapuram," ujarnya menambahkan.

Sebagai negara terpadat kedua di dunia dengan 1,4 miliar orang, India telah mencatat peningkatan kasus virus corona harian terbesar di dunia selama hampir sebulan. Dengan lebih dari 2 juta kasus baru dalam sebulan terakhir dan virus menyebar ke kota-kota kecil dan desa-desa di negara itu, pemerintah India terus melonggarkan pembatasan untuk mencoba dan membangunkan ekonomi yang terpuruk.


Keputusan pemerintah India melonggarkan lockdown ini lantaran jutaan orang kehilangan pekerjaan secara instan. Puluhan ribu pekerja migran yang kehilangan uang dan takut kelaparan keluar dari kota dan kembali ke desa. Migrasi yang belum pernah terjadi sebelumnya tidak hanya mengosongkan ekonomi India tetapi juga menyebarkan virus ke pelosok negara itu.

"Meskipun kehidupan itu penting, mata pencaharian sama pentingnya," kata Rajesh Bhusan, pejabat tinggi kementerian Kesehatan Federal India.

Hampir 60 persen kasus aktif di India berasal dari negara bagian Andhra Pradesh, Tamil Nadu, Karnataka, Maharashtra dan Uttar Pradesh, negara bagian terpadat di India. Infeksi juga kembali ke daerah yang telah berhasil memperlambat penyebaran virus.

Lonjakan kasus baru-baru ini juga menyoroti risiko strategi India yang terlalu mengandalkan tes cepat yang menyaring antigen atau protein virus. Tes ini murah, memberikan hasil dalam hitungan menit dan memungkinkan India menguji lebih dari satu juta pasien setiap hari.

Kendati demikian, menurut pakar penyakit menular dari Christian Medical College di Vellore di India selatan, Dr. Gagandeep Kang, tes cepat juga kurang tepat dan cenderung melewatkan orang yang terinfeksi.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts