Kafenya Viral Hingga Disegel Karena Langgar Protokol COVID-19, Ini Penjelasan Pemilik
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pemilik kafe Broker Coffee and Roastery yang disegel karena membuat kerumuan pengunjung dan melanggar protokol COVID-19 menjelaskan kronologi peristiwa yang tengah viral di media sosial tersebut.

WowKeren - Sebuah kafe yang berlokasi di kawasan Galaxy, Bekasi Selatan, baru-baru ini menjadi viral di media sosial lantaran para pengunjungnya mengadakan "konser" dan mengabaikan protokol kesehatan. Akibatnya kafe tersebut pun disegel pada Sabtu (26/9) malam, oleh pihak berwajib.

Pemilik kafe Broker Coffee and Roastery, yang bernama Giar Sugiarto pun buka suara terkait peristiwa tersebut. "Kebetulan ada tamu beberapa rombongan orang tua yang datang, dia minta request lagu daerah, Bro. Minta request lagu daerah yang bikin lagu itu menjadi bikin orang pada joget, Bro," ungkapnya.

"Dia sawer tuh kan penyanyinya (saat) minta request lagu daerah. Karena si tamu ini senang sama lagunya, dia joget, tamu-tamu yang lain jadi ikutan. Nah gara-gara ikutan itulah, sesuatu yang refleks tuh nggak direncanain, jadi terkesannya kayak kita tuh melanggar PSBB (pembatasan sosial berskala besar)," sambungnya. "(Nyawer pecahan uang) Rp 50 ribu. Kan ada vokalisnya nih, ada 3 vokalisnya, nah vokalisnya itu dikasih uang semua sama dia. Tamu lain ikutan."

Giar menjelaskan peristiwa ini terjadi pada Jumat (25/9) sekitar pukul 21.00 WIB. Pengunjung lain yang melihat ada keramaian, lanjutnya, langsung turun ke garden kafe untuk ikut joget.

"(Pengunjung lain ikut) turun ke bawah. Yang ada di indoor bawah dia masuk ke garden," jelasnya. "Yang ada di lantai 2, dia (ikut juga) turun ke bawah, kayak gitu. Jadi kalau kondisinya ke pecah di 3 ruangan, itu normal dengan 50 persen kapasitas, saya jamin. Jadi kapasitasnya (garden) 50 (persen), jadi bisa 200 (persen), ngumpul di sini semua (saat sawer berlangsung)."


Giar menambahkan jika peristiwa tersebut tak berlangsung lama. Setelah satu lagu, para pengunjung kembali ke tempat masing-masing.

"Itu pas satu lagu itu aja, hanya satu lagu. Lagu-lagu lainnya, biasa duduk-duduk biasa (pengunjung) sambil ngopi sambil dengerin aja," terangnya. "Pas lagu itu aja kebetulan, dan itu lagu lumayan ceria kan, jadi orang pada nyanyi semua. Judulnya 'Maumere' kan, gitu."

Giar mengatakan kafenya telah membatasi kapasitas jumlah pengunjung. Dari total 3 lantai, hanya 2 lantai yang dibuka untuk pengunjung. Bangku dan meja yang ada telah dibatasi 50 persen atau hanya mampu menampung 200 pengunjung dari total kapasitas 400 orang.

Untuk peristiwa nyawer ini sendiri pertama kali terjadi di kafenya. Kejadian tersebut adalah sesuatu yang refleks dan tidak disengaja.

"Iya refleks dan ini saya jamin sesuatu yang tidak disengajalah, sangat refleks," tutupnya. "Nah itu bisa dibilang baru pertama kali. Musik tiap hari, tapi yang sampai nyawer sampai joget baru pertama."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts