Tuduhan tersebut diungkap Navalny dalam wawancara pertama sejak dia meninggalkan rumah sakit di Jerman akibat keracunan zat saraf Novichok pada September lalu.
- Luthfiatun Nisa
- Jumat, 02 Oktober 2020 - 09:02 WIB
WowKeren - Pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny, menuduh Presiden Vladimir Putin sebagai dalang di balik insiden keracunannya. Hal itu diungkap Navalny dalam wawancara pertama sejak dia meninggalkan rumah sakit di Jerman.
"Saya menegaskan bahwa Putin berada di balik tindakan itu, saya tidak melihat (ada) penjelasan lain," katanya kepada surat kabar mingguan Jerman, Der Spiegel, sebagaimana dilansir dari CNN.
Navalny, tokoh yang dikenal selalu mengkritik kepresidenan Rusia, diduga diracun menggunakan Novichok. Racun saraf Novichok sendiri terdeteksi pada botol air kosong dari kamar hotel Navalny di kota Tomsk Siberia, pada 17 Setember. Tim Navalny menyatakan, penemuan Novichok itu menunjukkan dia diracun di sana dan bukan di bandara seperti yang diperkirakan sebelumnya.
Sebelumnya, Navalny mendadak sakit parah dalam penerbangan domestik di Rusia bulan lalu kemudian diterbangkan ke Berlin untuk mendapatkan perawatan. Jerman mengatakan Navalny diracuni oleh racun saraf Novichok, sedangkan Rusia mengatakan belum melihat bukti bahwa kritikus Kremlin tersebut diracun.
Laporan tim Navalny ini dibagikan setelah Kepala Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia menolak klaim Jerman yang menyebut bahwa Pemimpin Oposisi Alexei Navalny diracun. Menurutnya, Navalny tidak menunjukkan tanda-tanda keracunan sebelum dia diterbangkan ke Berlin untuk menerima perawatan.
"Merupakan fakta bahwa saat Alexei Navalny meninggalkan wilayah Rusia, tidak ada racun dalam tubuhnya. Karena itu, kami memiliki banyak pertanyaan kepada pihak Jerman," kata Direktur Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia, Sergei Naryshkin. "Dokter dari rumah sakit Omsk menyelamatkan nyawa Navalny dan melakukan serangkaian tes dan pemeriksaan paling mendalam."
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, bahkan bersikeras mengatakan bahwa Navalny diracun di Jerman. Lavrov juga mengatakan bahwa pihak Rusia telah meminta Jerman memberi akses kepada Alexei Navalny, tetapi sejauh ini tidak mendapat tanggapan apapun.
"Selain itu, kami mendengar komentar publik, termasuk yang datang dari pejabat Jerman, yang mengatakan hal-hal yang agak tidak masuk akal - misalnya, bahwa semua yang terjadi dengan Navalny terjadi di wilayah Rusia," ujar Lavrov, menunjukkan bahwa ia yakin apabila Navalny sebenarnya tidak diracun di Rusia.
Novichok adalah racun saraf yang pernah digunakan untuk meracuni agen ganda Rusia Sergei Skripal dan putrinya dalam serangan di Inggris pada 2018 lalu. Novichok juga merupakan racun yang digunakan oleh badan intelijen rahasia era Uni Soviet.
(wk/luth)