Singapura berencana untuk 'menyambut' turis asal Australia (selain negara bagian Victoria) dan Vietnam untuk memasuki negara mereka mulai 8 Oktober 2020 mendatang.
- Nidya Putri
- Jumat, 02 Oktober 2020 - 11:33 WIB
WowKeren - Singapura berencana mencabut larangan dan memperbolehkan turis asal Australia (selain negara bagian Victoria) dan Vietnam untuk memasuki negara mereka mulai 8 Oktober 2020 mendatang. Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) mengatakan bahwa kedua negara dianggap memiliki sistem pengawasan kesehatan masyarakat yang komprehensif.
Tak hanya itu, kedua negara tersebut telah berhasil mengendalikan penyebaran virus corona sehingga memperkecil kemungkinan adanya kasus impor. "Risiko impor dari negara-negara ini rendah," kata pihak CAAS, Rabu (30/9).
Keputusan untuk membuka kembali kedatangan turis mengacu pada catatan bahwa Vietnam tidak memiliki kasus penularan lokal corona dalam 28 hari terakhir. Sementara Australia (minus negara bagian Victoria) memiliki tingkat penularan virus yang rendah yakni sebesar 0,02 kasus per 100 ribu orang.
Dikutip dari Strait Times, turis Australia dan Vietnam akan diminta untuk mengajukan Air Travel Pass, izin masuk Singapura. Skema Air Travel Pass memungkinkan semua bentuk perjalanan jangka pendek, termasuk untuk keperluan berlibur.
Skema ini berbeda dengan jalur perjalanan antar negara, yang umumnya hanya untuk keperluan bisnis dan perjalanan resmi. Kemudian, semua turis diharuskan untuk menjalani tes swab ketika tiba di Singapura. Jika hasil tes negatif, maka mereka bisa langsung menghabiskan waktu berlibur dengan diharuskan mengunduh aplikasi TraceTogether selama berada di sana.
Sebelumnya, Negeri Singa tersebut telah membuka keran kedatangan turis dari Selandia Baru dan Brunei Darussalam. Kedua negara tersebut mengajukan tawaran untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata antar kedua negara.
Pemerintah Australia saat ini melarang warga melakukan perjalanan ke luar negeri, dan harus mengajukan permohonan untuk sejumlah pengecualian. Selain itu, warga asing juga dilarang masuk hingga saat ini.
Sementara Vietnam untuk sementara melarang masuk semua warga asing dan warga mereka yang berada di luar negeri melalui penerbangan komersial. Pemerintah Vietnam hanya menerima kedatangan untuk pemegang paspor diplomatik.
Menteri transportasi Singapura, Ong Ye Kung, mengatakan bahwa pembukaan kembali secara pihak kedatangan turis dari Brunei dan Selandia Baru merupakan langkah 'kecil dan hati-hati' untuk menghidupkan kembali Bandara Changi. "Mereka (Vietnam dan Australia) mengapresiasi keputusan Singapura, dan jika kondisinya tepat, saya yakin mereka akan mempertimbangkan untuk membalas pencabutan pembatasan bagi pelancong dari Singapura," katanya.
(wk/nidy)