untuk mengatasi pandemi ini diperlukan kerja sama dari semua elemen masyarakat. Jokowi menegaskan agar tidak ada pihak-pihak yang memicu polemik hingga membuat kegaduhan
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 05 Oktober 2020 - 09:07 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo alias Jokowi kembali menyampaikan sejumlah hal terkait penanganan pandemi corona di negeri ini. Ia meminta agar pandemi ini tidak dipandang sebelah mata.
Kendati pandemi harus disikapi dengan serius namun bukan berarti membuat pesimis. Jokowi mengklaim jika Indonesia telah mampu mengatasi masalah selama 7 bulan pandemi ini menyebar, meskipun belum sempurna.
"Wabah ini jangan diremehkan, ini realita, tapi jangan membuat kita pesimistis," kata Jokowi melalui video yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden (Setpres). "Tujuh bulan ini Indonesia membuktikan mampu mengatasi masalah. Belum sempurna? Ya, tapi bisa kita perbaiki bersama-sama."
Sehingga untuk mengatasi pandemi ini diperlukan kerja sama dari semua elemen masyarakat. Ia menegaskan agar tidak ada pihak-pihak yang memicu polemik hingga membuat kegaduhan di tengah pandemi ini.
"Menghadapi pandemi ini memang sulit, memerlukan kerja keras bersama, dan saya yakin kita akan dapat melakukannya," sebut Jokowi. "Yang penting dalam situasi seperti ini, jangan ada yang berpolemik, dan jangan ada yang membuat kegaduhan-kegaduhan."
Jokowi juga menyebut jika prioritas utama dalam menangani pandemi ini adalah kesehatan masyarakat. "Kesehatan publik, tetap nomor satu, tetap yang harus diutamakan. Ini prioritas," ujar Jokowi.
Kendati demikian, bukan berarti pemerintah mengabaikan dampak ekonomi. Sebab jika hanya mementingkan ekonomi maka sama saja dengan mengorbankan kesehatan rakyat. Pemerintah juga tetap mengeluarkan kebijakan untuk meredam dampak ekonomi tanah air yang luluh lantak akibat pandemi.
"Jika kita mengorbankan ekonomi, itu sama saja dengan mengorbankan kehidupan puluhan juta orang," kata mantan Wali Kota Surakarta tersebut. "Ini bukan opsi yang bisa kita ambil. Sekali lagi, kita harus mencari keseimbangan yang pas."
Dengan kata lain, keseimbangan dalam menangani dampak ekonomi dan kesehatan harus tetap diperhatikan. Lebih jauh, ia menyebut jika penanganan corona di Indonesia tidak buruk. "Kalau Indonesia dibandingkan dengan negara kecil yang penduduknya sedikit, tentu perbandingan seperti itu tidak menggambarkan keadaan sebenarnya," ujarnya.
(wk/zodi)