Sebelum dinyatakan positif terinfeksi COVID-19, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sempat hadir dalam acara penggalangan dana bersama 206 tamu di Bedminster, New Jersey, Amerika Serikat.
- Nidya Putri
- Senin, 05 Oktober 2020 - 10:12 WIB
WowKeren - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersama ibu negara Melania Trump dinyatakan positif terinfeksi virus corona (COVID-19). Hal ini diungkapkan oleh Trump melalui media sosial resminya.
Dikutip dari Reuters, Senin (5/10), beberapa jam sebelum mengumumkan dirinya positif COVID-19, Trump sempat hadir dalam acara penggalangan dana di Bedminster, New Jersey, Amerika Serikat. Gedung Putih kemudian melakukan pelacakan terhadap kegiatan Trump di New Jersey.
Hasilnya, ada 206 orang yang melakukan kontak erat dengan Trump. "Gedung Putih memberikan nama-nama dari 206 orang yang menghadiri acara tersebut," kata Departemen Kesehatan New Jersey.
Menyikapi hal itu, Departemen Kesehatan New Jersey memastikan mereka telah menghubungi 206 orang tersebut. Mereka juga merekomendasikan agar 206 itu melakukan karantina jika mereka memiliki gejala dan pernah menjalin kontak erat dengan Trump.
"Para pejabat juga mewawancarai staf di resor golf Trump di Bedminster dan membuat rekomendasi kesehatan," kata Departemen Kesehatan New Jersey.
Sementara itu, diketahui bahwa Trump sempat dipindahkan dan dirawat ke pusat medis Walter Reed pada Sabtu (3/10). Keadaan Trump sendiri sempat mengalami kesulitan bernapas dan kelelahan yang sangat parah.
Meski begitu, ia tetap mengaku dalam kondisi sehat walau terlihat lelah ketika sampai di Walter Reed. Ia menilai rujukan ke rumah sakit itu sebatas upaya pencegahan dari berbagai kondisi buruk yang bisa timbul di masa depan.
"Saya baik-baik saja, tapi kita harus memastikan semua situasinya," jelas Trump dalam video 18 detik yang direkamnya sebelum berangkat ke Walter Reed, dilansir dari New York Times, Sabtu (3/10). "Ibu Negara juga dalam kondisi baik-baik saja."
Di sisi lain, pengobatan yang dijalani Trump pun tengah menjadi sorotan. Sebab tim medis memberikan satu dosis obat antibodi Regeneron yang notabene masih eksperimental dan belum terbukti.
Dokter Gedung Putih, Sean Conley, menerangkan bahwa Trump mendapatkan satu dosis 8 gram obat antibodi ganda Regeneron pada Jumat (2/10). "Selain antibodi poliklonal, Presiden telah mengonsumsi zinc, vitamin D, famotidine, melatonin dan aspirin setiap hari," ungkap Conley dikutip dari CNN.
(wk/nidy)