Disebutkan bahwa virus COVID-19 dapat ditularkan jika tetesan yang terinfeksi mencapai konjungtiva orang lain atau selaput yang menutupi bagian dalam kelopak mata dan bagian putih mata.
- Luthfiatun Nisa
- Senin, 05 Oktober 2020 - 11:21 WIB
WowKeren - Dokter Spesialis Mata Turki, Dr. Tuncay Sezgin, menyatakan bahwa beberapa pasien virus corona (COVID-19) menunjukkan gejala penularan lewat mata. Kendati demikian, gejala terbaru itu hanya ditemukan pada sedikit pasien saja.
Sezgin mengatakan bahwa gejala seperti itu dilaporkan pada setidaknya 1-2 persen pasien COVID-19. Kondisi itu menunjukkan bahwa mata juga merupakan jalur penularan virus yang penting.
Sezgin menyebut gejala yang diperlihatkan seperti mata merah, suatu kondisi yang dikenal sebagai konjungtivitis. Sezgin pun meminta agar masyarakat menggunakan kacamata pelindung, meskipun tidak dapat mencegah infeksi, setidaknya dapat mengurangi paparan virus.
"Kacamata pelindung lebih diutamakan untuk mencegah kontaminasi melalui mata kita," kata Sezgin. Sezgin mengatakan, mengganti lensa kontak setiap hari, bukan setiap bulan, adalah cara lain untuk mengurangi risiko kontaminasi melalui mata.
Orang yang menderita COVID-19 dapat menginfeksi orang lain dengan berbicara, bersin, atau batuk. Namun, Sezgin mengatakan virus itu dapat ditularkan jika tetesan yang terinfeksi mencapai konjungtiva orang lain atau selaput yang menutupi bagian dalam kelopak mata dan bagian putih mata.
Namun terlepas dari keanehan hubungan kondisi tersebut dengan virus corona, Sezgin mendesak orang-orang dengan kondisi mata kemerahan mendadak, berair, atau perih, untuk segera memeriksakan ke dokter mata.
Sementara itu, sejauh ini Turki telah mencatatkan sebanyak 324,443 kasus COVID-19. Dari angka tersebut, lebih dari 8400 pasien dilaporkan meninggal dunia. Sedangkan 285,050 pasien dilaporkan sembuh, sehingga sejauh ini masih ada lebih dari 30 ribu kasus aktif yang masih ditangani.
Sementara secara global, COVID-19 telah menginfeksi lebih dari 35,3 juta jiwa di seluruh belahan dunia, dengan korban tewas menembus angka 1,041,823. Sekitar 26,623,375 pasien dilaporkan telah pulih, dan ada 7,733,778 kasus aktif yang dikonfirmasi.
(wk/luth)