Minta Masyarakat Tak Main-Main, Mahfud MD Contohkan Donald Trump yang Sempat Tak Percaya Corona
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Mahfud mengungkapkan bahwa 17 persen atau sekitar 44 juta warga Indonesia masih tidak percaya dengan adanya COVID-19. Menurut Mahfud, masyarakat umumnya menilai corona sebagai isu politik belaka.

WowKeren - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta para kiai untuk memberikan pengertian tentang virus corona (COVID-19) bukan hanya kepada para santri, namun juga masyarakat. Pasalnya, Mahfud menilai para kiai umumnya didengarkan dan dipercaya oleh masyarakat.

"Mohon para kiai, saya sangat berharap ini bisa disampaikan pengertian ini bukan hanya kepada santri tetapi kepada masyarakat di sekitar Pesantren. Karena kiai yang didengarkan," ujar Mahfud dalam sarasehan yang digelar di Pondok Pesantren Annuqayah, Sumenep, Jawa Timur, pada Minggu (4/10). "Kalau dokter, saya bawa dokter (yang menyampaikan) bahwa COVID itu begitu, mereka sering enggak percaya. Kalau kiai bilang ya hati-hati penyakit, orang Madura itu takutnya pada kiai."

Lebih lanjut, Mahfud mengungkapkan bahwa 17 persen atau sekitar 44 juta warga Indonesia masih tidak percaya dengan adanya COVID-19. Menurut Mahfud, masyarakat umumnya menilai COVID-19 sebagai isu politik belaka.

Padahal, gejala pasien COVID-19 di Indonesia juga serupa dan dialami oleh pasien di negara lain. Seperti kelelahan, tulang terasa lemas, kemampuan penciuman yang hilang, hingga sesak napas.


Oleh sebab itu, Mahfud meminta agar masyarakat tak main-main dengan COVID- 19. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut memberikan contoh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dulu tak percaya pada COVID-19, namun justru dinyatakan positif baru-baru ini.

"Maka jangan main-main. Sama dengan Donald Trump itu dulu enggak percaya (COVID-19)," ungkap Mahfud. "Pergi ke mana-mana orang pakai masker, dia (Donald Trump) enggak pakai masker. Kemarin dia kena bersama istrinya. Ini politik Amerika goncang ini."

Mahfud lantas meminta masyarakat untuk berikhtiar fisik maupun batin untuk mencegah penularan COVID-19 yang semakin luas. Adapun ikhtiar fisik dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Selain itu, jika merasa sakit, masyarakat juga diminta untuk pergi ke dokter, berobat, atau mengisolasi diri. Sedangkan ikhtiar batin dilakukan dengan cara terus berdoa. "Kita harus menganggap atau menerima fakta secara keilmuan bahwa COVID itu ada secara ilmiah," pungkas MAhfud.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts