COVID-19 Disebut Turunkan Kadar Testosteron Pria, Peluang Masuk ICU Meningkat
Health

Studi terhadap pasien positif virus corona (COVID-19) ini dilakukan oleh para peneliti di University of Mersin dan Mersin City Education And Research Hospital di Turki.

WowKeren - Sebuah studi terhadap pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit menunjukkan bahwa virus tersebut membuat pria mengalami penurunan kadar testosteron yang signifikan. Studi ini dilakukan oleh para peneliti di University of Mersin dan Mersin City Education And Research Hospital di Turki.

Tim peneliti ini menemukan bahwa tingkat testosteron pasien COVID-19 pria menurun dan peluang mereka untuk perlu mendapat perawatan di ICU meningkat secara signifikan. Ini memang bukan pertama kalinya penurunan kadar testosteron dikaitkan dengan COVID-19, namun ini pertama kalinya para peneliti mengklaim bahwa COVID-19 dapat menyebabkan pengurangan kadar testosteron yang signifikan.

Studi ini diharap bisa membantu menjelaskan mengapa prognosis pasien COVID-19 pria lebih buruk dibanding pasien wanita. Penelitian ini juga diharap bisa membantu menemukan kemungkinan peningkatan hasil klinis dengan menggunakan perawatan berbasis testosteron.

"Testosteron dikaitkan dengan sistem kekebalan organ pernapasan, dan kadar testosteron yang rendah dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan," ungkap penulis utama jurnal tersebut, Selahittin Çayan, dilansir Science Daily pada Senin (5/10). "Testosteron rendah juga dikaitkan dengan rawat inap terkait infeksi dan semua penyebab kematian pada pasien pria yang dirawat di ICU, jadi pengobatan testosteron mungkin juga memiliki manfaat lebih dari sekadar memperbaiki kondisi pasien COVID-19."


Çayan yang merupakan Profesor Urologi di Fakultas Kedokteran Univesity of Mersin menjelaskan bahwa studi ini menemukan rata-rata testosteron total menurun seiring dengan meningkatnya tingkat keparahan COVID-19. Rata-rata level testosteron pada pasien COVID-19 yang dirawat di ICU lebih rendah dibandingkan kelompok tanpa gejala.

Rata-rata level testosteron pada pasien COVID-19 yang dirawat di ICU juga lebih rendah dibanding pasien yang mendapat perawatan sedang. "Kami menemukan Hipogonadisme - suatu kondisi di mana tubuh tidak menghasilkan cukup testosteron - pada 113 (51,1 persen) pasien pria," jelas Çayan.

Selain itu, Çayan juga mengungkapkan bahwa pasien COVID-19 pria yang meninggal dunia memiliki rata-rata testosteron lebih rendah dibanding pasien yang masih hidup. "Namun, bahkan 65,2 persen dari 46 pasien laki-laki tanpa gejala mengalami penurunan libido," jelas Çayan

Adapun tim ini melakukan penelitian terhadap 438 pasien, termasuk 232 laki-laki yang dikonfirmasi positif COVID-19. Semua data dikumpulkan secara prospektif. Riwayat klinis yang rinci, pemeriksaan fisik lengkap, pemeriksaan laboratorium dan pencitraan radiologi dilakukan pada setiap pasien. Semua data pasien diperiksa dan ditinjau oleh kedua dokter.

"Dapat direkomendasikan bahwa kadar testosteron juga diuji pada saat diagnosis COVID-19," pungkas Çayan. "Pria yang hormon seksnya rendah dan dites positif COVID-19 dan ditingkatkan prognosis-nya melalui pengobatan testosteron. Diperlukan lebih banyak penelitian mengenai hal ini."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait