Omnibus Law RUU Ciptaker Disahkan, Polisi Tak Beri Izin Buruh Untuk Demo
Reuters
Nasional
Pengesahan UU Cipta Kerja

Polda Metro Jaya menegaskan tidak akan mengeluarkan izin bagi buruh yang ingin melakukan demo di depan gedung DPR karena menolak pengesahan UU Omnibus Law Ciptaker.

WowKeren - Pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja oleh DPR pada Senin (5/10) telah memicu gelombang kritikan dari masyarakat Tanah Air. Pasalnya, UU Ciptaker tersebut dinilai semakin merugikan para pekerja.

Dampak dari pengesahan tersebut, para buruh pun mengancam akan melakukan mogok kerja. Bahkan, mereka juga menyatakan akan melakukan demo besar-besaran di depan Gedung DPR.

Namun, Polda Metro Jaya menegaskan pihaknya tidak akan mengeluarkan izin bagi para buruh untuk melakukan demo penolakan UU Ciptaker. Hal ini dikarenakan situasi Indonesia yang masih dihantam pandemi virus corona.

Aksi demo yang mengumpulkan massa dinilai dapat memperluas penyebaran COVID-19. Oleh sebab itu, polisi mengimbau para buruh untuk tidak berdatangan ke Jakarta dan melakukan aksi demonstrasi.

”Kita sudah imbau preemtif,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta seperti dilansir dari Detik pada Senin (5/10). “Kita kedepankan kita sudah imbau kepada serikat-serikat buruh pekerja yang ada kita sudah imbau supaya tidak usah melaksanakan (demo).”


Yusri menjelaskan jika pihaknya telah menyiapkan sejumlah antisipasi dalam menghadapi aksi demo. Salah satunya adalah mengimbau seluruh Polres wilayah untuk melakukan penyekatan.

”Di masing-masing wilayah juga kita telah sampaikan di wilayah-wilayah yang mau berangkat kita bubarkan,” jelas Yusri. “Kita sampaikan supaya mereka tidak datang ke sini.”

”Diimbau secara persuasif humanis untuk kita pulangkan kepada mereka semua supaya tidak usah demo,” sambungnya. “Itu imbauan. Situasi sekarang ini sudah darurat kesehatan di Jakarta, jangan lagi menambah klaster baru.”

Tak sampai disitu, Yusri menyatakan jika pihaknya telah menerjunkan 9.346 personel. Para personel tersebut ditugaskan melakukan patroli untuk meminta para serikat buruh agar tidak melakukan demo di depan Gedung DPR.

”Kita sudah lakukan imbauan sebagai preemtif dan preventif,” terang Yusri. “Kita lakukan patroli (kalau) ketemu mereka semua kita minta pulang mereka semua.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts