Nilai Najwa Tak Perlu Dilaporkan Soal 'Kursi Kosong', PPP: Terawan Enggak Marah Kok
Instagram/syaifullahtamliha
Nasional

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PPP, Syaifullah Tamliha, menilai Relawan Jokowi Bersatu tidak perlu melaporkan Najwa Shihab soal wawancara 'kursi kosong Terawan'.

WowKeren - Aksi jurnalis Najwa Shihab yang mewawancarai kursi kosong karena Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto tidak bisa hadir berbuntut panjang.  Relawan Jokowi Bersatu diketahui mencoba mempolisikan Najwa karena dinilai seakan merundung atau mem-bully Terawan dengan aksi wawancara kursi kosong tersebut.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PPP, Syaifullah Tamliha, turut angkat bicara. Menurut Tamliha, Relawan Jokowi Bersatu tak perlu melaporkan Najwa karena Terawan sendiri tak marah dengan aksi wawancara kursi kosong tersebut.

"Saya pikir relawan Jokowi tidak perlu melaporkan NS (Najwa Shihab)," ungkap Tamliha pada Rabu (7/10). "Wong Pak Terawan enggak marah, kok."

Lebih lanjut, Tamliha sendiri menilai bahwa sesungguhnya Najwa tak pelu memaksakan wawancara dengan Terawan. Namun demikian, kreativitas Najwa untuk mewawancarai kursi kosong karena Terawan tak hadir dinilai Tamliha patut dihargai.


"NS nggak perlu memaksakan kehendak untuk bisa wawancara dengan seorang narasumber seperti Terawan," jelas Tamliha. "Namun ini kreasi baru yang patut dihargai."

Selain itu, Tamliha juga menyatakan bahwa Terawan adalah sosok Menteri yang tak suka menonjolkan diri. Oleh sebab itu, Tamliha menilai Najwa tidak perlu marah jika Terawan tak menghadiri undangan wawancaranya.

"Tetapi NS juga tidak perlu marah jika Terawan tidak hadir. Sebab, kita juga mesti menyadari bahwa Terawan adalah figur Menteri yang dari dulu bersifat low profile atau tidak suka menonjolkan diri," ungkap legislator yang berkecimpung di dunia pertahanan hingga penyiaran ini. "Beliau adalah pekerja keras dengan Sapta Marga yang dijiwainya."

Di sisi lain, Relawan Jokowi Bersatu akhirnya diarahkan ke Dewan Pers saat hendak melaporkan Najwa ke Polda Metro Jaya pada Selasa (6/10) lalu. Pasalnya, pihak penyidik menilai perkara tersebut menyangkut kerja jurnalis.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts