Harga Vaksin Corona Sinovac Tembus Rp 200 Ribu per Dosis, Rakyat Bisa Dapat Gratis?
Nasional

Dirut PT Bio Farma memastikan harga per dosis vaksin COVID-19 buatan Sinovac Tiongkok di kisaran Rp 200 ribu. Vaksinasi massal sedianya dilakukan mulai November 2020.

WowKeren - Salah satu vaksin Corona yang siap diedarkan di Indonesia mulai November 2020 mendatang adalah buatan Sinovac, Tiongkok. Dan belakangan terungkap harga per dosisnya ternyata mencapai Rp 200 ribu.

Kepastian ini juga disampaikan oleh Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir, dalam rangka membantah isu yang beredar soal rendahnya harga impor vaksin Sinovac oleh Brasil. Sebab isu itu menyebut Brasil bisa mengimpor vaksin "hanya" senilai USD 1,96 per dosis atau setara Rp 29 ribu.

Honesti menyebut pihak Sinovac sudah memberi klarifikasi terkait pemberitaan tersebut. Dipastikan bahwa harga per dosisnya di kisaran Rp 200 ribu.

"Kisaran harganya Rp 200 ribu. Informasi harga vaksin COVID-19 di Brasil telah kami klarifikasi ke pihak Sinovac," ujar Honesti dalam keterangan resminya, Selasa (13/10).


"Mereka sudah mengirimkan surat elektronik resmi ke Bio Farma, yang memastikan bahwa informasi dalam pemberitaan tentang kontrak pembelian 46 juta dosis dengan nilai kontrak USD 90 juta dengan pemerintah Brasil tidak tepat," imbuhnya. "Mengenai harga USD 1,96 per dosis pun tidak tepat."

Bahkan biaya pengirimannya saja, tutur Honesti, dihargai USD 2 per dosis. Selain itu pemberian harga juga ditentukan lewat berbagai faktor sehingga tak bisa disamakan untuk setiap negara.

Salah satu faktor yang menentukan adalah seberapa besar investasi pada studi klinis fase III, terutama dalam uji efikasi dalam skala besar. Di sisi lain, Indonesia sendiri juga terlibat aktif dalam memastikan kualitas vaksin COVID-19 itu, termasuk dengan visitasi proses pengembangan dan produksi vaksin di fasilitas Sinovac, Beijing, Tiongkok.

Kunjungan ini pun dalam rangka untuk melaksanakan audit apakah vaksinnya halal atau tidak. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga akan memastikan apakah fasilitas dan proses produksi vaksin telah memenuhi standar Good Manufacturing Practice (GMP).

Lantas apakah masyarakat bisa mendapatkan vaksin ini secara gratis? Disampaikan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada Senin (12/10) kemarin, bagi peserta PBI BPJS Kesehatan bisa mengakses vaksin ini secara gratis.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait