Perusahaan pembuat obat asal Amerika Serikat (AS), Pfizer, akan memulai uji coba vaksin eksperimental virus Corona (COVID-19) pada anak-anak dengan batas usia minimal 12 tahun.
- Nidya Putri
- Rabu, 14 Oktober 2020 - 14:51 WIB
WowKeren - Perusahaan pembuat obat asal Amerika Serikat (AS), Pfizer, akan memulai uji coba vaksin eksperimental virus Corona (COVID-19) pada anak-anak. Dengan syarat relawan anak-anak tersebut memiliki usia paling muda 12 tahun.
Para orangtua dilaporkan menunjukkan ketertarikan untuk mendaftarkan anak mereka dalam uji coba ini. Dilansir CNN, Rabu (14/10), uji coba vaksin Corona terhadap anak-anak ini akan menjadi yang pertama di AS.
Uji coba terhadap anak-anak ini dilakukan pada tahap akhir untuk memahami bagaimana vaksin bekerja pada kelompok usia yang lebih luas. Meskipun diketahui bahwa gejala Corona parah tergolong sangat langka pada anak-anak yang terinfeksi, anak-anak masih bisa menularkan virus Corona terhadap kelompok berisiko tinggi termasuk warga lanjut usia (lansia).
Hal ini membuat penentuan efektivitas vaksin potensial pada anak-anak sangat penting, karena vaksin bekerja secara berbeda pada anak-anak dan orang dewasa. Direktur Pusat Penelitian Vaksin pada Rumah Sakit Anak Cincinnati, Dr Robert Frenck, menyatakan bahwa sebuah tim di rumah sakit itu akan mulai memvaksinasi remaja berusia 16-17 tahun pada pekan ini. Tim itu selanjutnya akan memvaksinasi anak-anak berusia 12-15 tahun.
Sementara itu, pihak Pfizer mengonfirmasi pada situs resminya bahwa mereka telah mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk menyertakan anak-anak dengan usia paling mudah 12 tahun dalam uji cobanya.
"Kami benar-benar berpikir vaksin untuk remaja dan anak-anak akan sangat penting untuk mengendalikan COVID," tutur Dr Frenck dilansir CNN. "Saya pikir salah satu hal yang penting untuk diingat adalah meskipun tingkat kematian anak-anak dengan COVID lebih rendah dari orang dewasa yang lebih tua, itu bukan nol."
Ia menekankan bahwa lebih dari setengah juta anak-anak telah didiagnosis terinfeksi virus Corona di wilayah AS. "Ini bukan infeksi yang tidak ada pada anak-anak," tandasnya.
Sekedar informasi, Pfizer tengah bersaing sengan Moderna Inc, AstraZeneca Plc dan Johnson & Johnson untuk menciptakan vaksin COVID-19 yang aman dan efektif.
(wk/nidy)