Hasil survei yang baru-baru ini dilakukan di Prancis cukup mengejutkan. Pasalnya, survei ini mengungkapkan jika 1 dari 20 pelajar atau mahasiswa perempuan disana mengaku telah diperkosa.
- Ruth Meliana
- Rabu, 14 Oktober 2020 - 15:17 WIB
WowKeren - Sebuah survei yang baru saja dirilis di Prancis tengah menjadi perhatian. Bagaimana tidak, survei ini mengungkapkan ada 1 dari 20 pelajar atau mahasiswa perempuan di Prancis yang mengaku telah menjadi korban pemerkosaan.
Survei ini digelar oleh l'Observatoire étudiant des violences sexuelles et sexistes dans l'Enseignement supérieurI, sebuah lembaga yang mengamati isu kekerasan berbasis gender dan seksual di pendidikan tinggi Prancis. Hasil survei kemudian dirilis secara resmi pada Senin (12/10) lalu.
Dilansir dari berita nasional France24, survei ini mulai dilakukan secara online dari April hingga Desember 2019. Sebanyak 10,381 responden dari 50 sekolah dan universitas berpartisipasi dalam survei tersebut. Dari jumlah tersebut, 76 persen di antaranya adalah perempuan.
Hasil survei juga mengungkap sekitar 11 persen, yakni 1 dari 10 pelajar atau mahasiswa perempuan mengaku pernah mengalami pelecehan seksual. Tak hanya perempuan, 5 pelajar atau mahasiswa di Prancis juga mengalami peristiwa serupa.
Survei ini juga turut merilis sejumlah alasan mengapa kekerasan seksual tersebut bisa terjadi. Rupanya, faktor kelompok, impunitas, dampak alkohol yang berlebihan, hingga kurangnya edukasi menjadi jawaban para responden yang mengikuti survei.
Tak sampai disitu, sebanyak 34 persen responden mengaku pernah menjadi korban atau saksi kekerasan seksual. Dari persentase tersebut, 24 persen di antaranya mengaku ada dalam pengaruh alkohol.
Lalu responden menyebut jika 56 persen kasus pemerkosaan terjadi di kampus saat malam hari atau akhir pekan. Terungkap, pelaku kekerasan seksual banyak dari kalangan pelajar. Itu artinya, pelaku kekerasan seksual masih berada dalam lingkaran pertemanan korban.
Mengenai masalah kekerasan seksual, institusi pendidikan tempat para responden menimba ilmu rupanya telah memiliki beberapa mekanisme untuk menangani masalah seperti ini. Sayang, banyak korban kekerasan seksual yang masih belum mengetahui jika sekolah ataupun kampus mereka bisa menangani kasus kekerasan seksual.
Ketidaktahuan tersebut dinilai karena kurang terbukanya isu kekerasan seksual di lingkungan kampus. Sementara itu, ada 18 persen responden yang menyebut bahwa tempat pendidikan mereka sama sekali tidak memiliki respons untuk menangani kasus tersebut.
(wk/lian)