Setahun Menjabat, Survei IPR Ungkap Tingkat Kepuasan ke Kabinet Jokowi-Ma'ruf di Bawah 50 Persen
Nasional

Lembaga Survei Indonesia Political Review (IPR) mengungkap tingkat kepuasan publik terhadap kabinet Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin di bawah 50 persen. Ini data detailnya.

WowKeren - Tepat pada Selasa (20/10) kemarin, pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin genap berusia satu tahun. Berbagai evaluasi, kritikan, berikut pujian dialamatkan kepada pemerintahan presiden ke-7 Indonesia itu.

Salah satu evaluasi yang patut dicermati adalah perihal tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indonesia Political Review (IPR), kepuasan masyarakat terhadap kabinet Jokowi-Ma'ruf bahkan tak mencapai 50 persen.

"Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja para menteri kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin secara umum masih relatif di bawah 50 persen," ungkap Direktur Eksekutif IPR Ujang Komarudin, dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10). Di antara semua jajaran pejabat di Kabinet Indonesia Maju, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berada di posisi puncak.

"Menurut survei ini, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dinilai sebagai menteri berkinerja paling memuaskan yakni 45,2 persen," kata Ujang, dikutip dari Kompas, Jumat (23/10). "Kemudian posisi kedua ada nama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan meraih 44,9 persen."


Selanjutnya Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, menjadi menteri dengan kinerja yang paling baik ketiga dengan memperoleh 44,8 persen kepuasan publik. Di belakangnya diikuti oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin dengan 44,0 persen kepuasan publik serta Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dengan 43,7 persen.

Dalam daftar ini Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah hanya mendapat 33,3 persen kepuasan publik. Di urutan atasnya ada Sekretaris Kabinet Pramono Anung dengan 33,6 persen dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dengan 34 persen tingkat kepuasan publik.

Survei ini dilakukan di 34 provinsi dan menggunakan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan pada 1 hingga 10 Oktober 2020 dengan cara telesurvei, yakni responden diwawancara melalui kontak telepon menggunakan kuesioner.

Jumlah responden yang terlibat adalah seribu orang dengan margin of error kurang lebih 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Menurut Ujang, survei ini dibiayai secara mandiri namun lembaganya memang baru akan didaftarkan ke Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts