Bertemu Jusuf Kalla di Vatikan, Paus Fransiskus Ungkap Keinginan Kunjungi Indonesia
Instagram/jusufkalla
Dunia

Sebagai informasi, pertemuan tersebut merupakan bagian dari delegasi dewan juri dan komite ahli Zayed Award for Human Fraternity yang digelar di perpustakaan pribadi Paus Fransiskus.

WowKeren - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla melakukan pertemuan dengan Paus Fransiskus di Vatikan pada Jumat (23/10). Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Duta Besar RI Moskow Hamid Awaluddin dan Duta Besar RI Untuk Italia Esti Andayani.

Dalam pertemuan tersebut, Jusuf Kalla menyampaikan apresiasinya kepada Paus Fransiskus yang bekerjasama dengan Imam Besar Universitas Al Azhar Kairo untuk mengangkat agenda persaudaraan kemanusiaan. Selain itu, Jusuf Kalla juga menyampaikan salam hangat bangsa dan Presiden Indonesia kepada Paus Fransiskus.

"Pertama saya menyampaikan salam daripada masyarakat Indonesia, dengan tetap mengharapkan beliau datang ke Indonesia," tutur Jusuf Kalla dilansir dari siaran pers pada Sabtu (24/10). "Saya sampaikan saya pun ikut di Dewan Masjid, tapi kita harus membangun kebersamaan dalam kemanusiaan."

Paus Fransiskus sedianya akan melakukan kunjungan ke Indonesia, namun terpaksa batal karena situasi pandemi virus corona (COVID-19). Dalam kesempatan berbincang langsung dengan Jusuf Kalla, Paus Fransiskus menyampaikan bahwa dirinya masih berkeinginan untuk mengunjungi Indonesia jika situasi sudah kondusif.


Sebagai informasi, pertemuan tersebut merupakan bagian dari delegasi dewan juri dan komite ahli Zayed Award for Human Fraternity yang digelar di perpustakaan pribadi Paus Fransiskus. Zayed Award sendiri merupakan penghargaan bagi mereka yang memperjuangkan terobosan di bidang kemanusiaan secara universal.

Adapun penghargaan tersebut diinisiasi oleh The Higher Committee for Human Fraternity, sebuah organisasi yang beranggotakan para tokoh terkemuka dunia di bidang agama, pendidikan, dan kebudayaan. Organisasi tersebut terinspirasi dengan Document on Human Fraternity, sebuah dokumen tentang nilai-nilai kemanusiaan yang ditandatangani oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar, Dr Ahmad At-Tayyeb, di Abu Dhabi pada 4 Februari 2019 lalu. Organisasi tersebut juga didukung oleh pemerintah Uni Emirat Arab dan bermarkas di Abu Dhabi.

Paus Fransiskus sendiri menekankan arti persaudaraan untuk sesama atau Human Fraternity, yang akan dijadikan pijakan dewan juri dalam memilih nominator untuk diumumkan awal Februari 2021 di Abu Dhabi. Pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut menyampaikan pentingnya menilai dengan baik tentang kemanusiaan, kebersamaan, dan bagaimana kedamaian di dunia ini.

"Karena kebersamaan itu tanpa memandang bangsa, suku, agama, dan sebagainya," pungkas Paus Fransiskus. "Tapi kita berbicara tentang kemanusiaan yang utuh, dan itu sangat penting."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts