Susul UEA dan Bahrain, Sudan Ikut Normalisasi Hubungan dengan Israel
Getty Images
Dunia

Pengumuman ini sekaligus mengakhiri permusuhan antara Sudan dan Israel selama lebih dari satu dekade terakhir. Kesepakatan ini juga membuat Sudan keluar dari daftar hitam terorisme AS.

WowKeren - Sudan menyatakan sepakat untuk menormalisasi hubungan dengan Israel pada Jumat (23/10) waktu setempat. Kesepakatan tersebut diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih.

Trump mengatakan bahwa kesepakatan damai muncul setelah ia bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok, dan Perdana Menteri sipil Sudan Abdel Fattah al-Burhan melakukan pertemuan. Trump menyebut kesepakatan normalisasi hubungan kali ini sebagai sebuah kemenangan besar bagi AS dan perdamaian dunia.

"Ini benar-benar mengubah kawasan. Ini mengubah kehidupan masyarakat kita menjadi lebih baik dan memungkinkan kita untuk fokus pada tugas membangun negara kita, membangun masa depan kita," kata Netanyahu, sebagaimana dilansir dari CNN pada Sabtu (24/10).

"Hari ini Khartoum mengatakan ya untuk perdamaian dengan Israel, ya untuk pengakuan Israel dan ya untuk normalisasi hubungan dengan Israel," lanjutnya dalam pernyataan berbahasa Ibrani.


Pengumuman damai ini sekaligus mengakhiri permusuhan panjang antara Sudan dan Israel selama lebih dari satu dekade terakhir. "Sudan dan Israel sepakat untuk menormalisasi kembali hubungan mereka, untuk mengakhiri agresi di antara mereka," kata TV pemerintah Sudan, membacakan pernyataan bersama Israel dan AS.

Sudan dan Israel mengatakan delegasi mereka akan melakukan pertemuan dalam beberapa pekan mendatang untuk merundingkan kesepakatan kerja sama termasuk di bidang pertanian, penerbangan, dan migrasi. "Para pemimpin setuju untuk normalisasi hubungan antara Sudan dan Israel dan untuk mengakhiri perang antara negara mereka," tulis pernyataan tersebut.

Kesepakatan ini sekaligus membuat Sudan, negara miskin yang dilanda konflik berkepanjangan keluar dari daftar hitam terorisme AS. "Keputusan ini akan membuka lebar pintu bagi kembalinya Sudan yang layak ke komunitas internasional dan sektor keuangan dan perbankan global, serta investasi regional dan internasional," kata kantor Hamdok dalam sebuah pernyataan.

Langkah Sudan ini tentunya menyusul Uni Emirat Arab dan Bahrain yang lebih dulu menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. Sebelumnya, UEA dan Bahrain resmi menormalisasi hubungan mereka dengan menandatangani perjanjian Abraham Accords di Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat (AS), pada September. Presiden AS Donald Trump menyatakan perjanjian ini bakal mengubah alur sejarah.

Perjanjian itu ditandatangani oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Menteri Luar Negeri Bahrain serta Menteri Luar Negeri UEA. Seremoni dilaksanakan di halaman Gedung Putih dan dihadiri ratusan orang.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts