Mahfud Bongkar Angka Kemiskinan Naik 9,7 Persen, Tetap Santai Bandingkan Dengan Era Ini
Nasional
Potensi Resesi Imbas COVID-19

Menko Polhukan Mahfud MD bongkar angka kemiskinan di Indonesia yang naik hingga 97, persen akibat pandemi COVID-19, tetap santai bandingkan dengan era yang lebih parah ini.

WowKeren - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membeberkan dampak pandemi virus corona bagi perekonomian hingga nasib masyarakat Indonesia. Ia mengungkapkan pandemi telah membuat angka kemiskinan di Tanah Air melonjak hingga 9,7 persen.

”Sekarang, karena ada pandemi itu,” kata Mahfud saat menjadi pembicara di perayaan ulang tahun IDI yang disiarkan secara virtual, seperti dilansir dari Detik pada Sabtu (24/10). “Angka orang miskin naik jadi 9,7 persen.”

Mantan Ketua Majelis Konstitusi (MK) ini lantas membandingkan angka kemiskinan Indonesia saat ini dengan zaman sebelum merdeka. Ia mengklaim setidaknya 99 persen masyarakat Indonesia hidup dalam kemiskinan sebelum merdeka.

”Saya punya catatan begini, kalau pada zaman Indonesia belum merdeka atau tidak merdeka, di tahun 1945, tingkat kemiskinan kita itu,” jelas Mahfud. “Angka kemiskinan kita itu tidak tercatat dengan resmi tapi dapat diyakini lebih dari 99 persen rakyat Indonesia itu berada di angka kemiskinan.”

Tak sampai disitu, Mahfud turut menceritakan kondisi Indonesia sebelum merdeka. Kala itu, hanya sedikit masyarakat yang mampu bersekolah dan bisa naik haji. Penduduk Indonesia pada masa sebelum kemerdekaan diungkapkan Mahfud sebanyak 70 juta orang.


Perlahan-lahan, angka kemiskinan di Indonesia mulai menurun sejak era Orde Lama pada tahun 1965 lalu. Angka kemiskinan yang tadinya 99 persen, saat Orde Lama menurun menjadi 54 persen.

Hal tersebut membuktikan jika Indonesia sanggup mengangkat angka kemiskinan hingga 46 persen dalam waktu 20 tahun sejak merdeka. “Berarti pada waktu itu dalam waktu 20 tahun merdeka, 46 persen itu sudah berhasil diangkat menjadi tidak miskin,” ungkap Mahfud.

Begitu pula mulai Orde Baru, angka kemiskinan di Indonesia semakin menurun dan tinggal 18 persen saja. Oleh karena itu, Mahfud meyakini jika angka kemiskinan di Tanah Air akan terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Ia memuji kinerja Jokowi yang telah membuta angka kemiskinan di Indonesia tinggal 9,1 persen.

”Kemudian ketika Pak Harto jatuh pada tahun 1998, angka kemiskinan itu tinggal 18 persen,” jelas Mahfud. “Bagus kan, ada kemajuan. Pada 2014, ketika Pak SBY digantikan, itu angka kemiskinan tinggal 11,9 persen.”

”Pada saat Pak Jokowi menjadi presiden yang kedua sesudah satu periode lewat, itu angka kemiskinan itu tinggal 9,1 persen,” sambungnya. “Turun terus kan, (jumlah) orang miskin itu turun terus. Artinya, kemerdekaan itu ada gunanya.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts