Bukan Gaya Hidup, Ternyata Secara Biologis Laki-Laki Lebih Berisiko Kena COVID-19
Health
Pandemi Virus Corona

CDC AS mengungkap penyebab biologis kaum pria jauh lebih berisiko mengalami komplikasi usai terinfeksi virus Corona. Jadi bukan karena gaya hidup, secara alami pun tubuh pria lebih rentan terhadap penyakit ini.

WowKeren - Laki-laki masih mendominasi persentase pasien COVID-19, bahkan dari kategori yang meninggal. Salah satu yang dituding menjadi penyebab adalah gaya hidup kaum pria, mulai dari kurang mematuhi protokol kesehatan sampai kebiasaan merokok yang sudah identik.

Namun ternyata terungkap alasan lain yang membuat laki-laki jadi lebih berisiko ketika terinfeksi virus Corona. Diungkap oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), ternyata tanggapan sistem kekebalan tubuh terhadap virus SARS-CoV-2 antara laki-laki dan perempuan sangat berbeda.

Dilansir dari jurnal yang diterbitkan Nature, yang pertama diamati adalah perkara kadar sitokin dalam tubuh. Secara garis besar, sitokin merupakan molekul kekebalan tubuh yang berpotensi sangat merusak jika diproduksi dalam jumlah besar, atau disebut sebagai badai sitokin.

Dan rupanya, laki-laki menunjukkan tingkat sitokin yang jauh lebih banyak daripada perempuan ketika terjadi infeksi. Jumlah sitokin yang semakin banyak ini bisa memicu gejala yang lebih parah, yang lazim ditemui di pasien COVID-19 dalam bentuk penumpukan cairan di paru-paru misalnya.


Kemudian faktor selanjutnya adalah perbedaan pada fungsi sel imun. Perempuan ternyata memiliki sel T aktif, "pasukan tentara" di dalam tubuh, yang lebih tinggi.

Sel T bertanggung jawab dalam membasmi "musuh", dalam hal ini termasuk virus. Tak hanya itu, sel T cadangan pada perempuan ternyata juga jauh lebih banyak daripada laki-laki.

Dengan perbedaan pada sistem kekebalan tubuh ini memicu reaksi yang berbeda pada pasien laki-laki dan perempuan ketika terinfeksi COVID-19. Hanya saja tidak ada perbedaan signifikan ketika sebelum terinfeksi virus SARS-CoV-2.

Namun tetap saja tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan sangat memengaruhi bagaimana tubuh bertahan di tengah pandemi COVID-19. Dan sudah semestinya semua masyarakat, tidak peduli apapun jenis kelaminnya, selalu membekali diri dengan perlindungan terbaik berupa patuh terhadap protokol kesehatan yakni 3M.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts