Arab Saudi Ikut Kecam Penerbitan Ulang Karikatur Nabi Muhammad di Majalah Charlie Hebdo
Reuters
Dunia

Kecaman terbaru ini menambah daftar panjang beberapa negara berpenduduk mayoritas Islam lain yang telah lebih dulu mengecam penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad.

WowKeren - Arab Saudi turut mengecam penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad oleh majalah satir Prancis, Charlie Hebdo. Kecaman terbaru ini menambah daftar panjang beberapa negara berpenduduk mayoritas Islam lain yang telah lebih dulu mengecam penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad.

Disebutkan bahwa Arab Saudi juga mengutuk tindakan teroris dalam bentuk apa pun, terlepas dari pelakunya. Selain itu Kerajaan Arab Saudi meminta supaya penerapan kebebasan intelektual dan budaya untuk mempromosikan rasa hormat, toleransi, serta perdamaian.

Sebelum Arab Saudi, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan lebih dulu mengecam penerbitan karikatur Nabi Muhammad. Khan juga menuduh Presiden Prancis Emmanuel Macron telah "menyerang Islam" karena pernyataannya dianggap menyudutkan dan mengkritik masyarakat Islam.

Khan mengkritik tindakan Macron yang menutup masjid dan mengawasi sejumlah organisasi masyarakat Muslim, usai kejadian pembunuhan seorang guru. Khan juga menuduh Macron membela penerbitan ulang kartun Nabi Muhammad oleh majalah Charlie Hebdo.

Dalam serangkaian cuitan di Twitter pada Minggu (25/10) waktu setempat, Khan mengatakan bahwa pernyataan Macron yang menyebut "Islam adalah agama yang sedang dalam krisis di seluruh dunia" menimbulkan perpecahan. "Ini adalah saat di mana Presiden Macron bisa memberikan sentuhan penyembuhan dan menyangkal ruang bagi para ekstremis daripada menciptakan polarisasi dan marginalisasi lebih lanjut yang pasti mengarah pada radikalisasi," cuit Khan.

"Sangat disayangkan bahwa dia memilih untuk mendorong Islamofobia dengan menyerang Islam daripada teroris yang melakukan kekerasan, baik itu Muslim, Supremasi Kulit Putih, atau ideologi Nazi," tambahnya.


Selain Khan, kritikan tajam terhadap Macron juga datang dari Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Erdogan bahkan mengatakan bahwa Macron perlu diperiksa kejiwaannya terkait komentar tersebut. Presiden Turki itu juga mengajak untuk memboikot produk-produk Prancis.

"Jangan pernah menghargai barang-barang berlabel Prancis, jangan membelinya," tutur Erdogan.

Ajakan memboikot produk-produk Prancis juga menggema di Qatar, Kuwait serta beberapa negara Timur Tengah lainnya. Barang-barang buatan Prancis sudah banyak yang ditarik dari supermarket setempat.

Kecaman terhadap Macron juga terjadi di Suriah, di mana para warga membakar foto Presiden Prancis itu. Sedangkan di Tripoli, Libya, warga membakar bendera Prancis sebagai sikap kecaman atas pernyataan Macron.

Macron menjadi sorotan dunia karena menyebut Islam tengah mengalami krisis. Dia juga menuding kelompok radikal Muslim di Prancis bertekad mengubah nilai-nilai liberalisme dan sekularisme di dalam masyarakat.

Macron menyatakan hal itu beberapa hari setelah peristiwa pemenggalan seorang guru sejarah dan geografi, Samuel Paty, yang membahas karikatur Nabi Muhammad S.A.W., dalam topik pembelajaran di kelas. Sikapnya memicu kritik dari sejumlah orang tua murid yang merupakan Muslim.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts