Bom Meledak di Sekolah Pakistan Saat Siswa Tengah Baca Alquran, 7 Tewas
Reuters
Dunia

Kepala unit penjinak bom dari kepolisian provinsi, Shafqat Malik, mengatakan bahwa tersangka menggunakan perangkat canggih dan melibatkan ledakan dengan pengatur waktu.

WowKeren - Ledakan terjadi di sebuah sekolah di kota Peshawar, Pakistan, pada Selasa (27/10) waktu setempat. Polisi melaporkan bahwa peristiwa tragis ini telah menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai 109 lainnya.

Dilansir dari Al Jazeera, ledakan itu terjadi di Masjid Speen Jamaat yang juga berfungsi sebagai sekolah agama bagi komunitas lokal di daerah Koloni Dir. Ledakan terjadi pada pukul 08.30 waktu setempat saat para siswa sedang membaca Alquran.

"(Para siswa) sedang membaca Alquran di sini, saat itulah ledakan terjadi," kata kepala polisi Peshawar, Muhammad Ali Khan. "Penyelidikan awal menunjukkan bahwa lima hingga enam kilogram bahan peledak digunakan, dan bahwa seseorang datang ke sini dan meninggalkan sekantong bahan peledak."

Kepala unit penjinak bom dari kepolisian provinsi, Shafqat Malik, mengatakan bahwa tersangka menggunakan perangkat canggih dan melibatkan ledakan dengan pengatur waktu. "Bukti forensik yang kami ambil, menunjukkan bahwa itu sekitar lima kilogram bahan peledak dan itu adalah alat yang diatur waktunya," tuturnya.


Malik juga mengatakan bahwa serangan ini telah direncanakan dengan sangat matang. Dugaan sementara bahan peledaknya adalah TNT. "Ada banyak kerusakan, dan serangan ini telah direncanakan dengan sangat matang," ujarnya menambahkan.

Rekaman dari lokasi ledakan menunjukkan kerusakan signifikan pada interior ruang salat utama masjid, dengan cekungan menghiasi langit-langit dan puing-puing berserakan di lantai. Hingga saat ini belum ada klaim tanggung jawab atas serangan itu.

Setidaknya 83 dari korban luka telah dirawat di Rumah Sakit Lady Reading (LRH), rumah sakit pemerintah utama kota. Sementara 26 lainnya dibawa ke rumah sakit Naseerullah Khan Babar.

Pejabat di Rumah Sakit Lady Reading mengatakan lima korban luka dalam kondisi kritis. "Kami telah merujuk mereka ke pusat luka bakar (untuk perawatan), dan dua orang berada di ruang operasi. Sebagian besar pasien mengalami luka bakar," ujarnya.

Sedangkan pihak rumah sakit Naseerullah Khan, Babar Shafiq-ur-Rehman, mengatakan korban luka yang dibawa kepada mereka hampir semuanya sudah dipulangkan. "Mereka semua mengalami luka ringan, patah tulang dan semacamnya," katanya.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts