Ilustrasi Erdogan 'Cabul' di Charlie Hebdo Bikin Geram, Turki Justru Beri Respons Kalem
Reuters/Christian Hartmann
Dunia

Ilustrasi tersebut seakan memperolok budaya dan agama Turki. Kendati demikian, Turki tidak akan terprovokasi apalagi membalas dengan cara yang sama karena menurut mereka menjijikkan.

WowKeren - Majalah mingguan Prancis Charlie Hebdo kembali memajang ilustrasi kontroversial. Setelah tak kapok dengan karikatur Nabi Muhammad, majalah itu juga memajang karikatur tak senonoh yang menampilkan wajah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Dalam edisi terbarunya yang terbit pada Selasa (27/10), majalah itu menampilkan ilustrasi cover yang menampilkan Erdogan tengah berperilaku cabul. Ilustrasi itu sukses membuat Turki geram. Juru Bicara Presiden Turki, Fahrettin Altun menilai langkah tersebut menjijikkan dari sebuah upaya publikasi yang justru hanya akan mempersubur tumbuhnya rasisme budaya dan kebencian.

Ilustrasi Erdogan \'Cabul\' di Charlie Hebdo Bikin Geram

Twitter/fahrettinaltun

"Charlie Hebdo baru saja menerbitkan edisinya yang penuh dengan gambar tercela yang konon adalah Presiden kami," kata Altun melalui cuitan di akun Twitter, Kamis (28/10). "Kami mengutuk upaya paling menjijikkan dari publikasi ini untuk menyebarkan rasisme budaya dan kebencian."


Ilustrasi semacam itu menunjukkan jika majalah tersebut tidak memiliki rasa kesusilaan. Yang mana, ia menyebut hal itu merupakan buah dari lingkungan budaya xenofobia, Islamofobia, dan intoleran.

"Apa yang disebut karikatur itu menjijikkan dan mereka sama sekali tidak memiliki rasa kesusilaan manusia yang nyata," lanjut Altun di cuitan yang lain. "Ini jelas merupakan produk dari lingkungan budaya xenofobia, Islamofobia, dan intoleran yang tampaknya diinginkan oleh kepemimpinan Prancis untuk negara mereka."

Ilustrasi tersebut seakan memperolok budaya dan agama Turki. Kendati demikian, Turki tidak akan membalas dengan cara yang sama. Ia menegaskan jika Turki tidak akan terprovokasi dengan hasutan rasis.

"Hasutan rasis, xenofobia, Islamofobia, dan anti-Semit tidak akan mampu memprovokasi kami untuk membalas dengan cara yang sama," kata dia lagi. "Kami menolak untuk tunduk pada intimidasi dan provokasi Anda."

Diketahui, Presiden Prancis Emmanuel Macron tengah mendapat sorotan dunia karena dinilai telah menghina umat Muslim dan Nabi Muhammad. Sikap Macron juga menuai kecaman dari sejumlah negara Muslim seperti Iran dan Turki.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts