Ini Kata IDI Soal Heboh 'Aliansi Dokter Dunia' yang Tak Percaya Wabah Corona
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Ketum PB IDI Daeng M Faqih dan ahli paru RS Persahabatan Erlina Burhan ikut angkat bicara soal pengakuan menghebohkan 'Aliansi Dokter Dunia' yang menyebut COVID-19 selayaknya flu musiman biasa,

WowKeren - Belum lama ini media sosial dibuat geger dengan sekelompok orang yang menamai diri sebagai "Aliansi Dokter Dunia". Sebab aliansi ini mengaku tidak percaya soal wabah COVID-19, terlepas dari embel-embel dokter yang mereka sandang, serta menyebut tes PCR tidak kredibel dalam mendeteksi virus.

Aliansi Dokter Dunia menilai COVID-19 selayaknya wabah flu biasa dan musiman yang selama ini juga awam terjadi. Tak pelak pengakuan ini langsung membuat geger di tengah berbagai teori konspirasi soal COVID-19 dan bagaimana sulitnya dunia mengendalikan pandemi yang terjadi.

Jika sebelumnya Satuan Tugas Penanganan COVID-19 sudah memberi bantahan, kali ini giliran Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang buka suara. Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IDI, dr. Daeng M Faqih, memastikan bahwa informasi yang disampaikan oleh Aliansi Dokter Dunia tidak tepat.

Oleh karena itulah, Daeng meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai informasi terkait COVID-19 yang beredar, terutama bila tak terbukti ilmiah. Masyarakat harus pintar dalam memilah dan memilih informasi soal wabah virus Corona.


"Harus cerdas dan cermat memilih informasi, informasi yang diambil harus berasal dari sumber yang kredibel, yang berdasarkan data dan dokumen dari penelitian yang sahih," terang Daeng, dikutip dari Kumparan pada Rabu (28/10). "Kalau ada info yang hanya berupa klaim dan asumsi sebaiknya diabaikan."

Hal senada juga disampaikan oleh dokter spesialis paru-paru RSUP Persahabatan, dr Erlina Burhan. Erlina meminta masyarakat mengabaikan saja pernyataan tersebut lantaran Aliansi Dokter Dunia bukanlah organisasi dokter resmi yang kredibel dan bisa dipercaya.

"Itu tidak benar. Banyak disinformasi. Menyesatkan," tegas Erlina. "Abaikan saja. Mereka tidak mewakili organisasi dokter yang resmi."

Sebelumnya Juru Bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito juga sudah menegaskan bahwa pernyataan Aliansi Dokter Dunia merupakan bentuk misinformasi. Pandangan itu, imbuh Wiku, merupakan hoaks dan tidak mewakili pendapat para dokter di dunia terkait COVID-19.

"Konten pada video yang disebarkan oleh kelompok Aliansi Dokter Dunia dalam dunia akademis termasuk ke dalam misinformasi," terang Wiku, dilansir Detik News. "Misinformasi dapat mempengaruhi respon individu terhadap informasi."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts