Inggris Peringatkan Vaksin Corona Generasi Pertama Kemungkinan Tak Sempurna
Dunia
Vaksin COVID-19

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Vaksin COVID-19 Inggris, Kate Bingham, menyatakan bahwa pihaknya berfokus pada vaksin yang diharapkan dapat menimbulkan tanggapan kekebalan pada populasi usia 65 tahun ke atas.

WowKeren - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Vaksin COVID-19 Inggris, Kate Bingham, menyatakan bahwa vaksin generasi pertama kemungkinan tidak sempurna dan mungkin tidak bekerja untuk semua orang. Hal ini ditulis Bingham dalam jurnal yang dipublikasikan di The Lancet.

Bingham menjelaskan bahwa dalam sejarah medis tidak ada vaksin yang sangat diantisipasi seperti vaksin COVID-19. Hal ini dikarenakan oleh vaksinasi yang dianggap sebagai satu-satunya jalan keluar dari pandemi COVID-19 yang saat ini menyebar secara global.

"Namun, kita tidak tahu apakah kita memang akan memiliki vaksin. Penting untuk menjaga agar kita tidak berpuas diri dan terlalu optimis," tulis Bingham dilansir The Lancet pada Kamis (29/10). "Vaksin generasi pertama kemungkinan besar tidak sempurna, dan kita harus bersiap bahwa vaksin juga mungkin tidak mencegah infeksi melainkan mengurangi gejala, dan, bahkan kemudian, mungkin tidak bekerja untuk semua orang atau untuk waktu yang lama."


Inggris dan banyak negara lainnya kini memang tengah mengembangkan vaksin COVID-19. Namun dengan sekitar lusinan vaksin masih berada dalam fase uji coba tahap akhir, belum ada kepastian kapan vaksin akan tiba di negara mana pun.

"Strategi kami adalah membangun portofolio yang beragam dalam format yang berbeda untuk memberi Inggris kesempatan terbesar dalam menyediakan vaksin yang aman dan efektif," lanjut Bingham. "Dengan menyadari bahwa banyak, dan mungkin semua calon vaksin ini bisa gagal."

Bingham pun menyatakan bahwa pihaknya berfokus pada vaksin yang diharapkan dapat menimbulkan tanggapan kekebalan pada populasi yang berusia lebih dari 65 tahun. Pasalnya, tutur Bingham, lebih dari tiga perempat kematian yang disebabkan oleh infeksi SARS-CoV-2 terjadi pada populasi yang lebih tua.

"Kami hanya mempertimbangkan vaksin yang memiliki potensi untuk disetujui oleh Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan dan Badan Obat Eropa," ungkap Bingham. "Dan untuk pengiriman vaksin paling cepat akhir tahun 2020 atau, paling lambat, pada paruh kedua tahun 2021."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts