Belum jelas apakah Jepang akan mengganti semua drone mereka. Namun yang jelas, mulai saat ini, drone yang akan dipakai untuk keperluan sensitif harus diamankan dari kebocoran data
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 30 Oktober 2020 - 14:16 WIB
WowKeren - Jepang membuka kemungkinan untuk menyetop impor drone yang berasal dari negara tetangganya, Tiongkok. Hal ini dilakukan untuk melindungi informasi sensitif negaranya.
Sehingga langkah tersebut dianggap perlu dilakukan untuk meningkatkan keamanan nasional. Enam orang di pemerintahan dan partai yang berkuasa yang mengetahui seluk beluk perkara ini, menyebutkan jika kekhawatiran berpusat pada teknologi informasi, rantai pasokan, keamanan dunia maya, dan kekayaan intelektual.
Yang mana, kekhawatiran semacam ini tak hanya dialami oleh Jepang, namun juga negara-negara lain. Di satu sisi, Beijing terus menggempur dengan mengekspor teknologi sensitif seperti drone komersial dan kamera keamanan lalu di sisi lain ada ketergantungan ekonomi mendalam terhadap Tiongkok. Sehingga Jepang harus berusaha menyeimbangkan hal ini.
"Tiongkok adalah pasar yang besar dan penting bagi Jepang," kata salah satu pejabat senior pemerintah seperti dilansir Reuters, Jumat (30/10). "Di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa teknologi dan informasi canggih dapat bocor ke Tiongkok dan dapat dialihkan untuk penggunaan militer."
Kementerian Pertahanan Jepang sendiri memiliki ratusan drone, beberapa di antaranya ada yang dibuat di Tiongkok. Penjaga pantai misalnya, mereka memiliki 30 unit drone yang sebagian besar diimpor dari Tiongkok.
Kendati demikian, belum jelas apakah Jepang akan mengganti semua drone mereka. Namun yang jelas, mulai saat ini, drone yang akan dipakai untuk keperluan sensitif seperti investigasi kriminal, pekerjaan infrastruktur, dan penyelamatan darurat, harus diamankan dari kebocoran data.
Selain itu, drone yang masuk juga akan melalui prosedur pemeriksaan yang ketat. Aturan yang lebih ketat ini akan mulai diberlakukan pada April 2021. Tidak disebutkan secara gamblang untuk negara mana aturan ini dibuat. Namun seperti dilansir Reuters, sumber pemerintah senior dan partai yang berkuasa mengatakan kepada bahwa mereka dibuat dengan mempertimbangkan Tiongkok.
(wk/zodi)