Hasil 'Swing State' Di 11 Negara Bagian Bisa Tentukan Pemenang Pilpres AS, Dimana Saja?
pxhere.com
Dunia

Sistem pemilu Amerika memiliki keunikan tersendiri, salah satunya adalah swing state yang terkadang dapat menentukan pemenang Pilpres. Saat ini, ada 11 swing states di AS, dimana saja?

WowKeren - Amerika Serikat (AS) saat ini tengah menggelar pesta demokrasi Pemilihan Presiden (Pilpres), dimana Presiden Donald Trump bertarung melawan capres dari Partai Demokrat Joe Biden. Sistem Pemilu AS sendiri memiliki keunikan tersendiri, salah satunya adalah istilah swing state.

Dilansir dari LBC UK, swing state merupakan sistem pemilihan berbasis perwakilan (elector) dalam proses Electoral College. Nantinya, sistem pemilihan ini akan menentukan hasil Pemilu Presiden di AS yang ditentukan oleh akumulasi dukungan elector dari seluruh negara bagian (state).

Basis pemilih dari swing state sendiri biasanya dapat menentukan hasil Pilpres AS. Saat ini, ada 11 negara bagian yang masuk dalam kategori swing state. Sejumlah negara bagian di AS biasanya hampir pasti bakal dikuasai Partai Republik. Sebaliknya, ada juga negara bagian lain yang hampir sama pastinya akan jadi milik Partai Demokrat. Namun, Pemilu Presiden AS 2020 diprediksi bakal menghadirkan sejumlah perubahan peta politik klasik di negeri itu.

Secara garis besar, 11 swing states itu terbagi menjadi tiga kelompok, yakni Rust Belt, Sun Belt, dan Distrik Kongresional. Kelompok Rust Belt terdiri dari negara bagian Pennsylvania, Wisconsin, Michigan, Ohio, dan Lowa. Lalu kelompok Sun Belt ada Floria, North California, Arizona, Gerogia. Terakhir, kelompok Distrik Kongresional ada Nebraska dan Maine.


Nebraska dan Maine memberlakukan sistem the winner takes all berdasarkan hasil popular vote untuk kalkulasi dukungan elector bagi kandidat. Oleh sebab itu, gelagat perubahan akan jadi perhatian serius bagi para calon Presiden AS.

Masalahnya, pada Pemilu Presiden AS 2020 ini ada sejumlah fakta dan fenomena cukup signifikan yang diperkirakan bakal mengubah hal-hal yang biasanya didapati dalam pemilu. Salah satunya, demografi alias komposisi penduduk.

Ketika ada fakta dan fenomena itu, hasil akhir susah ditebak bahkan bisa jadi "menyimpang" dari hasil pada pemilu-pemilu sebelumnya. Negara bagian dengan situasi seperti inilah yang disebut sebagai swing state.

Negara bagian di swing state biasanya selalu mendapatkan perhatian serius para capres untuk melakukan kampanye. Terlebih, suara mereka kerap berubah-ubah seiring dengan arus demokrasi dan tidak terlalu memihak kepada satu partai saja.

Seperti yang diketahui, saat ini Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sedang bersaing dengan kandidat capres dari Partai Demokrat, Joe Biden. Keduanya bersaing untuk menjadi Presiden AS, dimana proses penghitungan suara sedang dilakukan sejak hari ini, Rabu (4/11).

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait