Donald Trump Klaim Ada yang Coba 'Curi' Pemilu, Twitter Langsung Beri Peringatan
Reuters/Cathal McNaughton
Dunia

Cuitan Trump tersebut lagi-lagi mendapat peringatan dari Twitter. Pasalnya, pernyataan tersebut dinilai berpotensi memberikan informasi menyesatkan terkait Pilpres AS.

WowKeren - Pemungutan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat telah dimulai sejak Selasa (3/11) waktu setempat. Presiden Donald Trump selaku Capres petahana lantas menulis cuitan yang membuatnya ditandai oleh Twitter.

Dalam cuitannya, Trump mengklaim bahwa pihaknya telah menang besar dan lawannya hendak "mencuri" Pemilu. "Kita menang besar, tapi mereka mencoba mencuri Pemilu. Kita tidak akan pernah membiarkan mereka melakukannya. Suara tak bisa diberikan setelah polling ditutup!" cuit Trump pada Rabu (4/11) waktu Indonesia.

Cuitan Trump

Twitter/@realDonaldTrump

Cuitan Trump tersebut lagi-lagi mendapat peringatan dari Twitter. Pasalnya, pernyataan tersebut dinilai berpotensi memberikan informasi menyesatkan soal Pilpres AS.

"Kami memberi peringatan pada Tweet dari @realDonaldTrump karena membuat klaim yang berpotensi menyesatkan terkait Pemilu," jelas Twitter. "Tindakan ini sejalan dengan Kebijakan Integritas Sipil kami."


Cuitan yang "disemprit" Twitter tersebut tidak bisa mendapat balasan atau di-retweet, dan hanya bisa dikutip. Cuitan yang ditandai Twitter juga disebut tidak akan direkomendasikan secara algoritmik oleh sistemnya.

Tindakan Twitter

Twitter/@TwitterSafety

Melansir Daily Mail, Trump mengunggah cuitan tersebut usai lawannya, Joe Biden, menyatakan akan memenangi Pilpres AS meskipun dirinya kalah di Negeri Bagian Florida, Ohio dan Texas. "(Pemilu) Ini belum berakhir sampai setiap suara dihitung," ujar Biden di Wilmington, Delaware.

Sebagai informasi, selain pemungutan suara secara langsung, Pilpres AS tahun ini juga menggunakan sistem surat suara via pos (mail-in vote). Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan di tengah pandemi virus corona (COVID-19). Negara bagian yang mengadakan pemilihan melalui pos di antaranya Colorado, Hawaii, Oregon, Utah, dan Washington.

Adapun sistem ini membuat penghitungan suara akan membutuhkan waktu lebih lama. Terlebih jika ada gugatan hukum di sejumlah negara bagian, maka bisa dipastikan proses penghitungan bisa sampai berhari-hari. Dengan demikian, ada kemungkinan pengumuman hasil akhir Pilpres AS 2020 bakal tertunda.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait