14 Tahun Berselisih, Ibu Kota Yunani Akhirnya Resmi Buka Masjid Pertama
pxhere.com
Dunia

Setelah melewati proses panjang perselisihan lebih dari 14 tahun, ibu kota Yunani, Athena akhirnya resmi membuka masjid pertamanya pada Senin (2/11). Begini fakta seputar rumah ibadah ini.

WowKeren - Ibu kota Yunani, Athena akhirnya membuka masjid pertamanya pada Senin (2/11). Pembukaan masjid ini seolah mengakhiri proses panjang perselisihan hingga masalah birokrasi yang terjadi selama 14 tahun terakhir demi membangun rumah ibadah bagi umat Muslim.

Pembukaan masjid ini dilakukan dengan melakukan doa oleh sejumlah umat muslim di Athena. Mereka juga terlihat tetap menerapkan aturan physical distancing demi mencegah penyebaran virus corona yang dilaporkan semakin meluas di Yunani, seperti negara Eropa lainnya.

Dilansir dari Al Jazeera, hanya segelintir orang yang datang dalam pembukaan masjid ini. Imam pertama masjid itu adalah Zaki Mohammed (49 tahun) yang merupakan seorang warga negara Yunani asal Maroko.

Sekretaris Jenderal Yunani untuk Urusan Agama, Giorgos Kalantzis menyambut bahagia pembukaan masjid pertaman di Athena. Menurutnya, hal tersebut dapat menunjukkan betapa Yunani selalu menjujung tinggi segala bentuk demokrasi dan kebebasan beragama dengan rasa hormat.


"Pembukaan masjid mengirimkan pesan yang jelas," kata Giorgos Kalantzis seperti dilansir oleh surat kabar Kathimerini, Selasa (4/11). "Tentang demokrasi, kebebasan beragama dan rasa hormat."

Dalam dibukanya masjid ini, maka saat ini Athena resmi melepas statusnya sebagai satu-satunya ibu kota Uni Eropa yang tidak memiliki masjid. Selama ini, pembukaan masjid di Athena terus mendapatkan penentangan dari Gereja Ortodoks Yunani sejak 1979.

Akhirnya setelah bertahun-tahun memprotes, pemerintah akhirnya memberikan izin untuk membuka masjid pada 2006. Anggaran untuk membangun masjid juga telah disiapkan sebesar 1,04 juta dollar AS (Rp 15,2 triliun) sejak 2006. Sayang, anggaran tersebut tertahan oleh rintangan birokrasi, protes oleh kelompok sayap kanan, dan tantangan hukum.

Sebagai informasi, mayoritas warga Yunani merupakan Kristen Ortodoks, mencapai 97 persen. Namun, ada minoritas Muslim terkonsentrasi di sepanjang perbatasan darat Yunani dengan Turki, dan puluhan ribu pekerja serta pengungsi Muslim tinggal di negara itu.

Pemerintah Turki sendiri telah lama mengecam Yunani karena dinilai melakukan pelanggaran atas hak-hak minoritas Muslim dan Turki disana. Diantaranya mulai dari menutup masjid hingga membiarkan masjid bersejarah rusak. Langkah-langkah ini melanggar Perjanjian 1923 Lausanne serta putusan Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR).

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait