Nevada Tangguhkan Penghitungan Suara Pilpres AS, Warga Protes
Dunia

Sejauh ini, sekitar 75 persen suara di Nevada telah dihitung. Capres dari Partai Demokrat Joe Biden unggul tipis 49,3 persen dibanding petahana Donald Trump yang meraih 48,7 persen.

WowKeren - Negara Bagian Nevada menangguhkan penghitungan suara pilpres Amerika Serikat. Tercatat, tidak akan ada pembaruan hasil penghitungan hingga Kamis (5/11) pukul 09:00 waktu setempat.

Sejumlah warga AS memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan keluhan dan protes atas penangguhan penghitungan suara tersebut. Sedangkan sebagian warga lainnya menuding telah terjadi kecurangan dalam penghitungan suara.

Berdasarkan data Associated Press sekitar 75 persen suara di Nevada telah dihitung. Capres dari Partai Demokrat Joe Biden unggul tipis 49,3 persen dibanding pejawat Donald Trump yang meraih 48,7 persen.

Pendukung Trump di beberapa lokasi telah menggelar demonstrasi agar penghitungan suara dihentikan. Pada Rabu (4/11) malam, puluhan pendukung Trump d Detroit menggelar aksi demonstrasi menyerukan penghentian penghitungan. Aksi serupa digelar di Michigan.

Trump memang telah menyerukan agar penghitungan suara dihentikan. Dia menuding Partai Demokrat melakukan kecurangan pemilu. Trump menyebut terdapat beberapa negara bagian yang masih menerima surat suara setelah proses pemungutan suara usai.


Jaksa Agung Nevada, Aaron Ford, merespons langkah Trump yang melayangkan gugatan ke Mahkamah Agung untuk menghentikan penghitungan suara dalam pemilu di Nevada, Pennsylvania, dan Georgia. "Kami tidak merasa lemah. Jika anda melihat rekam jejak kami, kami sudah pernah melawan Pak Trump," ungkap Ford, sebagaimana dilansir dari CNN.

Ford bahkan mengatakan pihaknya sudah pernah menghadapi Trump di meja hijau ketika digugat beberapa kali perkara pemilu. "(Trump) Sudah pernah menggugat kami dua, mungkin tiga kali," katanya. "Dan setiap kali (digugat) kami dapat bekerja sama dengan jaksa wilayah dan melawan gugatan tersebut."

Sejauh ini, media AS masih melakukan penghitungan suara di Nevada dan negara bagian lain, seperti Pennsylvania, North Carolina, Georgia. Sejauh ini suara elektoral Biden masih lebih tinggi dibandingkan Trump. Joe Biden meraup 264 suara elektoral, sementara Trump mengantongi 214 suara elektoral.

Pemenang pemilu ditentukan melalui sistem yang disebut electoral college. Masing-masing dari 50 negara bagian, ditambah Washington DC, diberi jumlah suara elektoral dengan total 538 suara. Negara bagian yang lebih padat mendapatkan lebih banyak suara dari perguruan tinggi elektoral daripada yang lebih kecil.

Seorang kandidat harus memenangkan 270 suara elektoral (50 persen plus satu) untuk memenangkan pemilihan. Di setiap negara bagian kecuali dua, Maine dan Nebraska, kandidat yang mendapatkan suara terbanyak memenangkan semua suara dari electoral college pemilihan negara bagian.

Secara nasional Biden telah meraih 72.075.757 suara (50,4 persen), sedangkan Trump 68.600.187 (48 persen). Suara populer yang dikumpulkan Biden telah memecahkan rekor terbanyak daripada capres mana pun dalam sejarah AS.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait