Media Tiongkok, Global Times, meramalkan bagaimana nasib perusahaan teknologi Tiongkok seperti Huawei dan TikTok setelah Joe Biden terpilih menjadi Presiden AS menggantikan Donald Trump.
- Nidya Putri
- Selasa, 10 November 2020 - 11:48 WIB
WowKeren - Joe Biden telah memenangkan Pilpres AS 2020 dan menggeser Donald Trump menempati kursi orang nomor satu di Negeri Paman Sam tersebut. Lantas, bagaimana nasib perusahaan teknologi Tiongkok seperti Huawei dan TikTok yang digencet pada masa kepemimpinan Trump?
Media Tiongkok pun meramalkan bagaimana nasib kedua perusahaan tersebut apabila Biden menjadi Presiden AS. Menurut Global Times yang merupakan media corong pemerintah Tiongkok, kebijakan Biden terhadap Negeri Tirai Bambu tidak akan begitu saja menjelma menjadi seperti di era Obama.
Hal ini dikarenakan relasi kedua negara sudah berubah secara signifikan dalam 4 tahun terakhir. "Kita tidak seharusnya memberi harapan berlebihan pada Biden karena untuk mengendalikan dan berkonfrontasi dengan Tiongkok sudah menjadi konsensus strategis antara dua partai politik di AS," sebut Jin Canrong, pengamat dari Renmin University of China.
Namun, ia sepakat apabila Joe Biden bakal lebih dewasa dan moderat menangani urusan luar negeri termasuk dengan Tiongkok. Da Wei dari University of International Relations in Beijing menyatakan perusahaan teknologi Tiongkok seperti Huawei dan TikTok bisa jadi akan diberi lebih banyak keleluasaan.
Seperti yang telah diketahui, pada era Trump Huawei dimasukkan ke dalam daftar blacklist karena dianggap membahayakan keamanan nasional sehingga tak bisa bebas memakai Android ataupun chip berteknologi Amerika. Sementara TikTok dan juga layanan messaging WeChat tengah dalam proses dilarang beroperasi di AS.
Setelah Biden memimpin AS tidak lama lagi, menurutnya, pembatasan pada teknologi Tiongkok tak akan langsung dilonggarkan, tapi skalanya lebih sempit dari sebelumnya. Sebagai contoh, anggapan bahwa perusahaan Tiongkok adalah ancaman keamanan nasional mungkin takkan lagi digembar gemborkan.
"Misalnya, di era Joe Biden, untuk perusahaan seperti TikTok dan WeChat, larangan bagi mereka bisa saja dihapus karena mereka tidak punya konflik berarti atau yang tidak dapat didamaikan dengan AS," katanya.
Namun demikian, nasib Huawei diprediksi lebih pelik daripada TikTok atau WeChat. Terlebih, teknologi Huawei seperti 5G bisa menentukan supremasi negara di masa depan sehingga Biden tidak bisa mengubah aturan yang sudah dibuat Trump begitu saja.
"Saya memperkirakan bahwa memang akan ada kelonggaran dalam penjualan chip pada Huawei oleh AS, namun akan sangat sulit untuk mengubah kebijakan yang sudah ada soal 5G," cetus Da.
(wk/nidy)