Hingga hari pelantikan pada Januari, meroketnya infeksi dapat menambah lebih dari delapan juta kasus dan 70 ribu kematian. Angka itu mewakili potensi peningkatan infeksi sebesar 80 persen dan peningkatan kematian sebesar 29 persen.
- Luthfiatun Nisa
- Senin, 16 November 2020 - 12:05 WIB
WowKeren - Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden, telah berjanji menjadikan pengendalian virus corona (COVID-19) sebagai prioritas utama dalam masa jabatannya. Biden mengatakan akan mendorong perintah penggunaan masker serta mengeluarkan lebih banyak stimulus fiskal agar bisnis serta pekerja tetap bertahan.
Namun, dalam dua bulan hingga hari pelantikan pada Januari 2021 nanti, meroketnya infeksi dapat menambah lebih dari delapan juta kasus dan 70.000 kematian. Angka itu mewakili potensi peningkatan infeksi sebesar 80 persen dan peningkatan kematian sebesar 29 persen, menurut penghitungan Reuters.
Dilansir dari Reuters, para ahli mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk mengubah prediksi tersebut adalah pemerintahan Presiden Donald Trump harus mengubah strategi atau pemerintah negara bagian menerapkan langkah-langkah yang lebih ketat dan lebih terkoordinasi.
"Epidemi akan menjadi lebih buruk daripada di musim semi, dan lebih buruk daripada yang dialami orang Amerika biasa," kata Gregg Gonsalves, seorang profesor epidemiologi di Universitas Yale dan seorang aktivis perawatan kesehatan.
Trump sendiri telah menunjukkan lebih sedikit keterlibatan dalam gugus tugas virus corona Gedung Putih dalam beberapa pekan terakhir karena dia fokus pada kampanye pemilihan ulangnya, juga upaya untuk menantang suara di beberapa negara bagian setelah pilpres.
Selain itu, satuan tugas virus corona Trump telah digantikan oleh banyak satuan tugas regional. "Yang mungkin merupakan solusi paling tidak efisien, tetapi lebih baik daripada tidak sama sekali," kata Greg Daco, kepala ekonom dari Oxford Economics.
Seorang juru bicara Gedung Putih mengatakan gugus tugas presiden tetap fokus pada penyelamatan nyawa, terus berhubungan dengan yurisdiksi negara bagian dan lokal serta penyedia perawatan kesehatan, dan terus memajukan langkah-langkah mitigasi.
Di sisi lain, Kongres diduga tidak akan mengeluarkan stimulus fiskal tambahan yang signifikan sebelum Biden menjabat. Pakar penyakit menular mengatakan pemerintah federal AS harus berbuat lebih banyak sekarang. "Kita bisa mencoba mencari cara bagaimana memberikan dukungan kepada orang-orang untuk tinggal di rumah supaya tidak keluar untuk bekerja," kata Gonsalves. "Kita bisa bayar mereka untuk tinggal di rumah, kita bisa mengirimkan masker ke setiap rumah tangga Amerika."
Sebagai informasi tambahan, gelombang pertama virus corona pada musim semi menghantam kota-kota pesisir besar dan panti jompo. Sementara gelombang kedua menyebar ke lebih banyak negara bagian perdesaan. Sedangkan gelombang ketiga menyebar hampir tidak terkendali di sebagian besar Amerika Serikat, yang melampaui 10 juta kasus dan lebih dari 125 ribu kematian.
AS bahkan diprediksi akan melaporkan antara delapan juta dan 13 juta lebih banyak kasus COVID-19 dalam selang waktu sekarang hingga pelantikan, berdasarkan jumlah kasus harian awal November dan kecenderungan persentase angka penularan. Pada tingkat kematian harian saat ini, 70 ribu hingga 150 ribu orang Amerika lainnya mungkin meninggal antara sekarang dan Hari Pelantika.
Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) memiliki perkiraan serupa. Tanpa setiap perubahan perintah, lebih dari 360 ribu kematian akibat virus coronadi perkirakan akan terjadi hingga Januari. Jumlah itu akan menjadi peningkatan sebanyak 117 ribu kematian dari 12 November.
(wk/luth)