Dalam sebuah video iklan berdurasi 1 menit 35 detik yang diunggah di media sosial, Pemerintah Federal Jerman memuji 'pahlawan tak terduga' yang membantu untuk menghadapi pandemi virus corona (COVID-19).
- Nidya Putri
- Selasa, 17 November 2020 - 13:00 WIB
WowKeren - Pemerintah Federal Jerman merilis video online yang berisi pujian terhadap 'pahlawan tak terduga' yang membantu untuk menghadapi pandemi virus corona (COVID-19). Disebutkan jika kaum rebahanlah yang menjadi pahlawan tersebut.
Dalam iklan yang bertajuk "#specialheroes - Together against corona" yang berdurasi 1,35 menit tersebut, pemerintah setempat mengajak orang-orang untuk mengikuti apa yang dilakukan oleh mereka yang senang bermasalan di rumah.
Bahkan video tersebut diunggah kembali di Twitter lengkap dengan subtitle bahasa Inggris oleh akun @antoni_UK. Video pendek itu dimulai dengan cerita seorang lelaki tua yang mengenang "jasa"-nya kepada bangsa, ketika ia masih muda dan menjadi mahasiswa "di musim dingin tahun 2020, saat seluruh perhatian tertuju pada kaum muda kala itu."
"Saya baru saja berusia 22 tahun dan sedang belajar teknik," ujar narator, "ketika gelombang kedua corona menghantam." "Di usia itu, kamu ingin berpesta, belajar, berkenalan dengan orang-orang, pergi minum-minum dengan teman-teman ... Namun takdir punya rencana berbeda untuk kami."
Adegan kemudian beralih ke masa saat narator masih muda, diiringi musik dramatis. "Tiba-tiba nasib negeri ini ada di tangan kami," katanya. "Jadi, kami mengerahkan semua keberanian kami dan melakukan apa yang diharapkan dari kami, satu-satunya hal yang benar."
"Kami tidak melakukan apa-apa. Sama sekali tidak ada. Malas seperti rakun," katanya dengan nada serius. "Siang dan malam, kami tetap diam di rumah dan berjuang melawan penyebaran virus corona."
Pahlawan yang dimaksudkan dalam video tersebut terlihat berbaring di sofa sambil membawa pizza. "Sofa kami adalah garda depan dan kesabaran kami adalah senjata kami," lanjutnya.
Iklan tersebut diakhiri dengan narator yang mengatakan, "Mengenang ke belakang, ini adalah takdir kami ... Inilah cara kami menjadi pahlawan." Sebuah pesan pemerintah di akhir video kemudian tertulis: "Kamu juga bisa menjadi pahlawan dengan tinggal di rumah."
Saat ini, Jerman telah melaporkan 775.556 kasus COVID-19 dengan 12.378 kematian. Negara tersebut pun memutuskan untuk memberlakukan lockdown parsial demi menekan penyebaran virus mematikan tersebut.
Namun, pemerintah federal dan negara bagian sedang mempertimbangkan pembatasan COVID-19 yang lebih ketat, seperti mengurangi jumlah pertemuan orang di ruang pribadi dan mengenakan masker menjadi aturan wajib bagi siswa sekolah.
Pada Senin (16/11) waktu setempat, Merkel dan 16 kepala negara bagian akan membahas potensi aturan baru melalui konferensi video. Dari draf yang dilihat berbagai media, kemungkinan orang-orang akan didesak untuk tak berpesta atau merayakan apapun hingga Natal. Para kelurga juga harus membatasi pertemuan pribadi.
(wk/nidy)