Joe Biden Cetak Sejarah Jadi Presiden AS Pertama yang Terima 80 Juta Suara di Pilpres
Dunia
Pilpres AS 2020

Jumlah suara popular yang didapat Joe Biden itu diperkirakan masih akan bertambah seiring dengan penghitungan suara yang masih berlangsung di sejumlah negara bagian.

WowKeren - Joe Biden mencetak sejarah sebagai kandidat presiden Amerika Serikat pertama yang berhasil meraup lebih dari 80 juta suara dalam pemilihan umum. Per Selasa (24/11), Biden terhitung mendapat 80.011.000 lebih suara, sementara rivalnya Presiden Donald Trump meraih lebih 73.800.000 lebih suara.

Jumlah suara popular yang didapat Biden itu diperkirakan masih akan bertambah seiring dengan penghitungan suara yang masih berlangsung di sejumlah negara bagian. Rekor yang dicetak Biden ini semakin memperkuat kemenangannya dalam pemilu yang dinilai Trump curang.

Sementara itu, jumlah suara popular yang didapat Trump juga menjadikan dia sebagai kandidat presiden AS yang meraih dukungan terbesar kedua dalam sejarah Amerika setelah Biden. Selain rekor yang dicetak kedua kandidat capres, jumlah warga Amerika yang melakukan pemungutan suara melalui surat juga mencetak sejarah tertinggi.

Sebagian besar masyarakat AS melakukan pemungutan suara melalui surat pos lantaran masih takut terpapar virus corona (Covid-19) jika datang langsung ke TPS. Hal tersebut membuat masa penghitungan suara pemilu tahun ini jauh lebih lama dari pemilu sebelumnya.


Terlepas dari hal tersebut, pasangan capres-cawapres Biden-Harris berhasil meraih posisi presiden-wakil presiden setelah melewati perolehan 270 suara elektoral. Sedangkan rivalnya, Trump-Pence, meraih 214 suara elektoral. Dalam pernyataan resminya, Biden mengungkapkan rasa bangga akan kepercayaan rakyat AS padanya dan Kamala Harris untuk mengampu masa jabatan berikutnya.

Para pemimpin dunia, termasuk sekutu AS telah memberi selamat kepada Joe Biden yang unggul dalam Pilpres AS. Mereka antara lain Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Irlandia Micheál Martin, Kanselir Jerman Angela Merkel, hingga Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Namun, Trump dan kubunya masih menolak klaim kemenangan Biden tersebut, dan masih berusaha untuk mengajukan tuntutan hukum atas dugaan kecurangan. Sayangnya, klaim kecurangan yang digaungkan Trump sama sekali tak disertai dengan bukti apapun.

Kendati demikian, setelah sempat mempersulit masa transisi pemerintahan Biden, Trump akhirnya memerintahkan bawahannya memulai proses peralihan kekuasaan kepada Biden dengan mengizinkan Sekretariat Negara AS (GSA) mencairkan sejumlah dana dan bantuan lainnya untuk memuluskan masa transisi.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts