Dikenal Anti-Palestina, PM Israel Benjamin Netanyahu Justru Dinominasikan Raih Nobel Perdamaian
Dunia

Anggota parlemen sayap kanan Italia Paolo Grimoldi mengajukan nama Netanyahu pada 16 September setelah Israel menandatangani perjanjian normalisasi dengan UEA dan Bahrain di Gedung Putih.

WowKeren - Kantor Perdana Menteri Israel mengeluarkan pernyataan pada Selasa (24/11) jika Benjamin Netanyahu telah dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Usulan nominasi itu, menyusul kesepakatan normalisasi dengan Uni Emirat Arab, Bahrain dan Sudan.

"Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Lord David Trimble hari ini menominasikan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk Hadiah Nobel Perdamaian, bersama dengan Sheikh Mohammed bin Zayed (Al Nahyan), putra mahkota Abu Dhabi," kata Kantor Perdana Menteri Israel dalam sebuah pernyataan.

Trimble diketahui adalah menteri pertama Irlandia Utara dari 1998 hingga 2002. Pada 1998, ia dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian bersama dengan John Hume. Penghargaan itu diberikan atas upaya mereka untuk menyelesaikan masalah.

"Sesuai dengan aturan Hadiah Nobel, karena Trimble adalah peraih Hadiah Nobel Perdamaian, keputusannya untuk mencalonkan Perdana Menteri Netanyahu akan mengarahkan komite untuk membahas masalah tersebut," tambah pernyataan tersebut, dilansir dari Republika.

Ke depannya, pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 2021 akan dipilih oleh lima anggota komite yang ditunjuk oleh parlemen Norwegia. Pengumuman itu tidak akan diumumkan hingga Oktober tahun depan.


Berdasarkan informasi, nominasi harus dikirim ke Komite Nobel Norwegia selambat-lambatnya 1 Februari. Nominasi juga dapat dilakukan oleh sekelompok orang dan organisasi tertentu, termasuk anggota parlemen nasional, kepala negara, pemenang sebelumnya, profesor di beberapa bidang dan lembaga internasional tertentu.

Pada tahun 2020 ini, panitia menerima 318 nominasi untuk Hadiah Nobel Perdamaian, 211 di antaranya adalah individu dan 107 organisasi. Pemenangnya adalah Program Pangan Dunia PBB.

Anggota parlemen sayap kanan Italia Paolo Grimoldi, dari partai Liga Utara, mengajukan nama Netanyahu pada 16 September setelah perdana menteri itu mengambil bagian dalam upacara penandatanganan dengan menteri luar negeri UEA dan Bahrain di Gedung Putih.

Padahal, selama ini Netanyahu sendiri dikenal sebagai salah satu pegiat anti-Palestina dan membuat banyak kebijakan yang memojokkan Palestina. Bahkan, Netanyahu mendorong pembangunan 5.200 rumah baru di wilayah Yerusalem Timur yang dirampas dari Palestina.

Perdana Menteri Israel itu juga berjanji akan memperluas Har Homa hingga setara dengan kota berukuran sedang dengan menarik sekitar 12.000 penghuni Yahudi, membuat total populasi di lingkungan tersebut sekitar 50.000 orang.

Har Homa dan Givat Hamatos terletak di beberapa lahan terakhir yang menghubungkan wilayah Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang dianggap Palestina sebagai ibu kota negara mereka di masa depan.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts