3 Kader PDIP Terciduk KPK Kurang Dari Dua Minggu, Apa Kata Megawati?
Nasional

Sudah ada 3 kader PDIP yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya dalam waktu 10 hari belakangan ini. Lantas, bagaimana tanggapan Ketum PDIP Megawati?

WowKeren - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belakangan ini berhasil melakukan sejumlah operasi tangkap tangan (OTT). Sejak pekan terakhir November hingga pekan pertama Desember 2020, KPK setidaknya telah menjaring tiga kader PDIP yang diduga melakukan tidak pidana korupsi.

Ketiga kader PDIP yang terciduk KPK adalah Wali Kota Cimahi yang juga Ketua DPC PDIP Kota Cimahi Ajay Priatna pada 27 November 2020 dan Bupati Banggai Laut yang juga Ketua DPC PDIP Banggai Laut Wenny Bukamo pada 3 Desember). Terakhir dan yang terbaru, Menteri Sosial (Mensos) yang juga Wakil Bendahara Umum PDIP Juliari Batubara pada 6 Desember kemarin.

Tertangkapnya tiga kader PDIP hanya dalam waktu 10 hari ini membuat publik mempertanyakan sikap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto lantas angkat berbicara mengenai situasi ini. Ia menegaskan PDIP selalu menghormati setiap proses hukum yang sedang berlangsung.

”Hukum adalah jalan peradaban untuk menegakkan keadilan dan kebenaran,” ujar Hasto sebagaimana dikutip dari laman resmi PDIP, Minggu (6/12). “Siapapun wajib bekerja sama dengan upaya yang dilakukan oleh KPK tersebut.”


Hasto menyebut Megawati selama ini selalu mengingatkan para kadernya untuk menjaga amanat rakyat dalam menjalani jabatan sebagai pejabat publik. Megawati juga berulang kali melarang kadernya untuk melakukan segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan, termasuk korupsi.

”Kalau sudah menyangkut hal tersebut, Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati selalu memberikan arahan kepada kadernya yang punya jabatan politik untuk tidak melakukan penyalahgunaan kekuasaan,” jelas Hasto. “(Pesan Megawati) adalah tidak korupsi.”

”Tertib hukum adalah wajib bagi wajah pemerintahan yang bersih, bebas dari korupsi,” sambungnya. “Dalam tiga kali Sekolah Calon Kepala Daerah terakhir, PDI Perjuangan selalu mengundang pembicara dari KPK terkait pentingnya membangun kesadaran dan semangat anti korupsi tersebut.”

Terakhir, Hasto menyampaikan jika PDIP telah mengambil pelajaran berharga dari sejumlah OTT yang menjerat pada kadernya. Hal ini membuat PDIP semakin giat dalam sistem pencegahan korupsi secara sistemik dan dengan penegakan disiplin agar berbagai kejadian yang ada benar-benar menciptakan efek jera.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait