Pandemi COVID-19 Berpotensi Picu Lonjakan Penduduk Tak Terkendali
Nasional

Beberapa waktu sebelumnya, BKKBN juga sempat memprediksi jika akibat pandemi COVID-19 ini akan ada fenomena baby boom yang mencapai 500.000 angka kehamilan.

WowKeren - Pandemi COVID-19 yang berlangsung secara terus-menerus di Indonesia telah berdampak pada banyak hal. Salah satunya yang tak luput adalah program pengendalian penduduk melalui program Keluarga Berencana.

Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebutkan jika pandemi menyebabkan banyak peserta yang putus dari program tersebut. "Tidak sedikit yang putus padahal dari 100 orang terjadi 15 yang hamil pada dua bulan pertama," kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Minggu (6/12).

Akibat pandemi, sudah ada 3 juta orang yang putus kepesertaannya dalam program pengendalian penduduk. Sebagian besar mereka yang putus menggunakan alat kontrasepsi suntik maupun pil KB.

Untuk itu, BKKBN menggencarkan pelayanan kontrasepsi secara door to door. Para petugas Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) harus melakukan upaya jemput bola ke penduduk. Mereka diizinkan untuk membawa obat dan diantar ke rumah-rumah. "Kita gratiskan semua pelayanan kontrasepsi," katanya.


Sementara itu di Kulonprogo, peserta program KB didominasi oleh kaum perempuan. Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMDP2KB) Kulonprogo, Sudarmanto. Sedangkan peserta KB dari kaum pria hanya ada 10 persen saja.

"Peserta KB pria hanya 10 persen," ujar Sudarmanto. "Sedangkan perempuan 70 persen dan sisanya tidak ikut KB."

Sudarmanto mengakui jika partisipasi kaum pria masih sangat minim. Untuk meningkatkan partisipasi, dinas lebih banyak mendorong kaum perempuan.

Sementara itu beberapa waktu sebelumnya, BKKBN sempat memprediksi jika akibat pandemi ini akan ada fenomena baby boom yang mencapai 500.000 kehamilan. Ledakan kelahiran itu terjadi lantaran semakin terbatasnya akses untuk memperoleh layanan kontrasepsi selama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"PSBB menyebabkan keterbatasan pelayanan kesehatan," kata Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Eni Gustina seperti dilansir Antara. "Termasuk pelayanan KB jangka panjang, tidak memadainya alat pelindung diri, rantai pasok alat terganggu, alat kontrasepsi yang terbatas."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait