Perang dagang antara Australia dengan China semakin sengit, dimana baru-baru ini Negeri Tirai Bambu itu menangguhkan impor daging sapi dari perusahaan Australia, Meramist Pty Ltd.
- Nidya Putri
- Selasa, 08 Desember 2020 - 12:16 WIB
WowKeren - Australia dan Tiongkok kini tengah menghadapi perang dagang yang kian sengit. Bahkan mulai Senin (7/12) kemarin, Negeri Tirai Bambu itu menangguhkan impor daging sapi dari perusahaan Australia, Meramist Pty Ltd.
Dikutip dari Reuters, Selasa (8/12), menyebutkan dalam situs Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok dinyatakan pengajuan ekspor daging sapi dari pabrik Meramisty di Australia sudah tak diterima lagi per 7 Desember 2020. Namun, tak ada penjelasan resmi mengapa China menghentikan impor dari pabrik tersebut.
Selama hampir 7 bulan terakhir, Tiongkok memang kerap memberikan kabar mengejutkan pada eksportir Australia. Dilansir dari ABC Australia, tindakan keras Tiongkok berawal dari penetapan tarif untuk perdagangan gandum, lalu juga penangguhan impor daging dari beberapa pabrik selain Meramisty yang telah dilakukan sejak Mei 2020.
Alasan dibalik tindakan Tiongkok ini sendiri hingga kini belum diketahui. Namun, ada spekulasi jika pemberlakuan tarif dan penangguhan adalah semacam hukuman kepada Australia setelah meminta agar ada penyelidikan independen soal asal-usul virus Corona (COVID-19).
Tak hanya itu, Pemerintah Tiongkok juga sempat meluncurkan penyelidikan anti-dumping terhadap ekspor wine atau minuman anggur asal Australia. Negeri Bambu itu bahkan menuduh eksportir Australia membanting harga untuk menguasai pasar.
Sayangnya, aliansi anggota parlemen di berbagai negara justru menyerukan ajakan untuk minum wine Australia sebagai upaya melawan "intimidasi otoriter" Pemerintah Tiongkok. Adapun aliansi tersebut bernama Inter-Parliamentary Alliance on China (IPAC).
IPAC meminta warganya untuk tidak minum wine produksi nasional mereka selama bulan Desember demi mendukung industri minuman anggur Australia. IPAC terdiri atas 200-an anggota parlemen dari 19 negara dan menyebut organisasinya sebagai kelompok legislator lintas partai negara-negara demokratis yang berusaha menyusun langkah menghadapi Tiongkok.
(wk/nidy)